Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) KH Ma'ruf Amin" pada Peringatan Hari Perkebunan ke-64 di Hotel Niagara, Parapat, Kabupaten Simalungun, Jumat (10/12).
Simalungun, 10/12 (LintasMedan) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus memperjuangkan Dana Bagi Hasil (DBH) perkebunan. Dengan lahan perkebunan sawit yang cukup luas sepantasnya Pemprov Sumut menerima higga 60 persen DBH dari Pemerintah Pusat.
“Peringatan Hari Perkebunan ke-64 menjadi momen bagi Pemprov untuk kembali meminta DBH hasil perkebunan yang sampai saat ini belum nyata,” kata Kepala Dinas Perkebunan Sumut Lies Handayani Siregar, usai Peringatan Hari Perkebunan dan Hari Rempah Nasional di Hotel Niagara, Parapat, Kabupaten Simalungun, Jumat (10/12).
Ia menambahkan Sumut memiliki lahan sawit yang sangat luas sekitar 2.000.000 hektare tentunya menghasilkan CPO yang memiliki nilai ekonomi yang besar.
Penghasilan dari perkebunan tersebut, kata dia bisa digunakan untuk kemaslahatan masyarakat, terutama pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan dan berbagai fasilitas umum lainnya.
“Selama ini kita sudah perjuangkan, dan terus kita perjuangkan, namun hingga saat ini kita belum mendapatkan bagi hasil yang nyata,” ucap Lies.
Pemprov Sumut, sebut Lies sudah memperjuangkan DBH sawit sejak lama, apalagi daerah ini juga menerima dampak yang besar mulai dari lingkungan, kerusakan infrastuktur dan lainnya.
“DBH sudah begitu lama kita perjuangkan, supaya pendapatan daerah kita besar dan bisa digunakan sesuai keperluan seperti perbaikan jalan dan infrastruktur,” paparnya.
Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan, dalam momentum hari perkebunan yang jatuh pada 10 Desember merupakan tonggak agar perjuangan perkebunan bangkit. Serta dapat memberikan sumbangsih perekonomian.
Sejak dahulu, bahkan hasil perkebunan Indonesia memberikan sumbangan 15% PDB Belanda. Karena itu, Wapres meminta agar perkebunan bangkit lagi. Terutama dengan cara tidak lagi hanya mengekspor bahan mentah, melainkan dengan memproduksi produk jadi.
Diketahui, Hari Perkebunan digelar sekaligus mengingat nasionalisasi 500 perusahaan perkebunan Belanda tahun 1957. (LMC-02)
