Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Sumut, Bambang Pardede saat memberi keterangan tentang proyek pembangunan jalan dan jembatan kepada pers di komplek rumah dinas Gubernur Sumut, di Medan, Jumat (19/8).
Medan, 19/8 (LintasMedan) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi setempat mengemukakan bahwa proyek perbaikan jalan, pembangunan jembatan dan drainase di Sumut tahun 2022 dan 2023 menerapkan metode rancang dan bangun atau design dan build karena dinilai lebih efisien dari sisi biaya dan waktu.
“Proyek perbaikan infrastruktur jalan, pembangunan jembatan dan drainase di Sumut tahun 2022 secara bertahap sudah diikerjakan dengan menerapkan metode terintegrasi design dan build atau DB,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Sumut, Bambang Pardede kepada pers di komplek rumah dinas Gubernur Sumut, di Medan, Jumat (19/8).
Menurutnya, penerapan proyek terintegrasi rancang bangun dinilai lebih efisien dari sisi waktu dan biaya daripada metode konvensional yang kontraknya dilaksanakan secara terpisah antara perencanaan dengan pengerjaan konstruksi.
Jika metode konvensional tersebut diterapkan, Bambang memastikan, upaya Pemprov Sumut membenahi sekitar 710 kilo meter panjang jalan yang rusak parah di daerah itu akan membutuhkan waktu cukup lama.
“Kalau kontrak konvensional, setelah ditandatangani kontraknya langsung bisa dieksekusi pengerjaan fisiknya karena sudah ada DED (detail engineering design), tapi kita terpaksa harus mengorbankan waktu satu tahun untuk penyusunan DED,” tambahnya.
Sementara, langkah kongkret untuk meminimalisir permasalahan kerusakan jalan di Sumut sudah sangat mendesak direalisasikan guna mendukung proses percepatan pemulihan ekonomi masyarakat.
Lebih lanjut Bambang menjelaskan, dibutuhkan waktu sekitar satu hingga dua bulan ke depan untuk menuntaskan desain perbaikan infrastruktur jalan, pembangun jembatan dan drainase.
“Insha Allah hingga kemarin sudah delapan desain rancang bangun infrastruktur jalan, jembatan dan drainase yang telah ditetapkan,” paparnya.
Bambang mengakui, total dana yang dialokasikan Pemprov Sumut masih jauh dari total dana yang dibutuhkan untuk membenahi infrastruktur jalan, jembatan dan drainase secara keseluruhan di daerah itu
.
Menyikapi keterbatasan anggaran tersebut, pihaknya menerapkan skala prioritas dalam hal merealisasikan pengerjaan proyek infrastruktur di Sumut tahun 2022.
Selanjutnya, kata Bambang, proyek perbaikan infrastruktur jalan mantap di Sumut akan dilaksanakan pada tahun 2023.
Diakuinya, dalam lingkup regional, kondisi jalan yang lebih baik akan mendorong peningkatan nilai ekonomi suatu wilayah, termasuk di Sumut.
“Yakinlah kalau kondisi fisik jalan raya di Sumut baik, maka akan dapat berdampak terhadap perbaikan dan peningkatan taraf hidup masyarakat,” ujarnya. (LMC-02)
