Skip to content

Akurat dan Edukatif

Primary Menu
  • Artikel
Live
  • Home
  • Sumut
  • Pertumbuhan Ekonomi Makro Sumut Semakin Baik
  • Sumut

Pertumbuhan Ekonomi Makro Sumut Semakin Baik

Lintas Medan 27 Mei 2017 2 min read
Ilustrasi

Medan, 27/5 (LintasMedan) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumatera Utara, Irman Dj Oemar menyatakan pembangunan Sumatera Utara secara makro dan sosial semakin meningkat.

Berdasarkan pantauan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut beberapa indikator pembangunan provinsi ini yang telah menunjukkan peningkatan antara lain pertumbuhan ekonomi Sumut pada tahun 2016 menjadi 5.18 persen lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun yang sama yakni berada pada angka 5.02 persen.

“Provinsi Sumut terus berupaya meningkatkan berbagai indikator pembangunan baik makro ekonomi maupun sosial melalui berbagai sektor pembangunan,” kata Irman menjawab pers, Sabtu.

Dia menjelaskan bahwa PDRB per kapita Provinsi Sumut pada tahun 2015 hingga 2016 juga tercatat terus meningkat yakni dari Rp41.02 juta pada tahun 2015 menjadi Rp44.56 juta.

Sementara indeks ketimpangan Sumut juga dinilai lebih baik dibanding dengan indeks gini nasional.

Pada tahun 2016, indeks ketimpangan nasional berada pada angka 0.40, sedangkan Sumut menunjukkan angka 0.32.

“Berdasarkan pembagian kategori ketimpangan Sumut berada pada kategori sedang (0.3 – 0.5),” ujar Irman.

Untuk persentase tingkat pengangguran terbuka pada 2016 juga mengalami penurunan dibanding dengan tahun 2015. Pada 2016 tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 5.84 persen sedangkan tahun 2015 tercatat sebesar 6.71 persen atau berkurang sebesar 1.13 persen.

Sedangkan untuk pencapaian pendapatan daerah pada APBD tahun anggaran 2013 hingga 2017 menunjukkan pertumbuhan pendapatan daerah yang terus meningkat secara optimis.
Dimana dari tahun 2013 ke tahun 2014, pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2016 sebesar 10.44 Triliun meningkat dibanding 2015 yang hanyaRp8.48 Triliun.

Alokasi belanja daerah di tahun 2016 juga mengalami peningkatan sebesar 16.01 persen dengan porsi BTL sebesar 74.26 persen dan BL sebesar 25.74 persen.

Kurun waktu hingga 2017, kata dia komposisi belanja daerah terus mengalami peningkatan dengan kenaikan sebesar 27.30 persen dari tahun 2016-2017 dengan nilai sebesar Rp13.03 triliun dan porsi BTL sebesar 66.45 persen serta BL sebesar 33.55 persen.

Angka kemiskinan Provinsi Sumut pada 2016 berada pada angka 10.27 menurun dibanding 205 yang tercatat 10.53 persen.

Indikator-indikator lain seperti realisasi investasi juga mengalami peningkatan pada tahun 2016 adalah sebesar 19.3 Triliun Rupiah sedikit mengalami penurunan dibanding 2015 berada pada angka 18.66 Triliun.

“Pencapaian ini telah melampau target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) yang dipatok sebesar Rp12.33 Triliun,” paparnya.

Angka melek huruf tahun 2016 tercatat sebesar 98.55 persen atau telah melampaui target RPJMD sebesar 98.80 persen.

Laju pertumbuhan ekspor pada tahun 2016 tercatat sebesar 8.57 persen atau telah melampaui target RPJMD sebesar 4.51 persen.

Kondisi ketahanan pangan Sumut juga telah melampaui target RPJMD dimana tahun 2016 jumlah produksi beras mencapai 4.406.629 Ton, sedangkan target RPJMD tercatat 3.935.668 Ton.

Indikator ketahanan energi juga menunjukkan hasil yang melampaui target RPJMD, dengan daya listrik terpasang pada tahun 2016 tercatat sebesar 3.452.5 MW, sementara target RPJMD adalah 3.300 MW.

Rasio elektrifikasi pada tahun 2016 adalah 88.79 persen atau telah mencapai target RPJMD yang dipatok serupa.

Selanjutnya kondisi jalan mantap pada 2016 sebesar 80.83 persen meningkat dibanding tahun 2015 sebesar 77 persen. Indeks pembangunan manusia pada tahun 2016 sebesar 69.51 meningkat dari tahun 2015.\

Begitu juga prevalansi gizi buruk pada 2016 sebesar 11.4 persen telah melampaui target RPJMD yang tercatat sebesar 21 persen.

Sebagai bukti keseriusan Pemrpov Sumut dalam mewujudkan good and clean goverment, kata Irman juga telah diterapkan aplikasi e- governance termasuk aplikasi eplanning yang telah direkomendasikan oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) untuk menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia.(LMC-02)

Post Views: 126
Tags: bapeda ekonomi maksro meningkat sumut

Continue Reading

Previous: Erry Jawab Santai Kritik Legislatif Soal “Sumut Paten”. Ini Katanya
Next: Defisit Listrik Sumut Sudah Teratasi

Related Stories

Perkuat Sinergi SPPA, Lapas Panyabungan Terima Kunjungan Dinsos Madina
1 min read
  • Sumut

Perkuat Sinergi SPPA, Lapas Panyabungan Terima Kunjungan Dinsos Madina

26 Oktober 2026
Sinergi Penegakan Hukum, Kalapas Panyabungan Hadiri Gerakan Anti Narkoba dan Forum CJS
1 min read
  • Sumut

Sinergi Penegakan Hukum, Kalapas Panyabungan Hadiri Gerakan Anti Narkoba dan Forum CJS

23 Oktober 2026
BAZNAS Salurkan Bantuan Pendidikan Tahap II untuk 20 Mahasiswa STAIN Madina
1 min read
  • Sumut

BAZNAS Salurkan Bantuan Pendidikan Tahap II untuk 20 Mahasiswa STAIN Madina

23 Oktober 2026

You may have missed

Perkuat Sinergi SPPA, Lapas Panyabungan Terima Kunjungan Dinsos Madina
1 min read
  • Sumut

Perkuat Sinergi SPPA, Lapas Panyabungan Terima Kunjungan Dinsos Madina

26 Oktober 2026
2027, Pemko Medan Tambah 26 Truk dan 151 Becak Motor Pengangkut Sampah
1 min read
  • Medan

2027, Pemko Medan Tambah 26 Truk dan 151 Becak Motor Pengangkut Sampah

25 Oktober 2026
Tolak Pasien BPJS, Rico Waas Perintahkan Dinkes Panggil RS Bunda Thamrin
2 min read
  • Medan

Tolak Pasien BPJS, Rico Waas Perintahkan Dinkes Panggil RS Bunda Thamrin

24 Oktober 2026
Surat Keterangan Ahli Waris Gratis, Rico Waas: Aparat Terbukti Pungli Dicopot
1 min read
  • Medan

Surat Keterangan Ahli Waris Gratis, Rico Waas: Aparat Terbukti Pungli Dicopot

24 Oktober 2026
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • Sumut
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Foto
  • UKM
  • Feature
  • Bisnis
  • Advetorial
  • Sports
  • Hukum
  • Politik
  • Medan
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.