Medan, 23/10 (LintasMedan) – Pembelajaran tatap muka (PTM) di Medan telah dimulai lagi, sejak pekan lalu setelah Medan turun status ke PPKM level 2.
Ketua Komisi I DPRD Medan, Rudiyanti Simangunsong menegaskan, jangan pernah lengah untuk tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) ketat terutama di lingkungan sekolah agar tak timbul klaster baru.
“Perubahan prilaku di lingkungan siswa di sekolah tetap di awasi ketat. Jangan nanti timbul klaster baru dari lingkungan sekolah, tetap patuhi prokes, mencuci tangan, memakai masker, menjauhi kerumunan dan menjaga jarak,” kata Rudiyanto Simangunsong, Sabtu (23/10).
Politisi PKS ini mengaku sangat mengapresiasi terjalin kerjasama seluruh elemen, baik Satgas Covid, Nakes, TNI-Polri dan seluruh stake holder penanganan Covid-19 di Kota Medan hingga wilayah ini turun di level 2 PPKM.
Ia juga berterimakasih kepada Wali Kota Medan, karena terus mengawal pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Medan, sehingga berjalan dengan baik.
“Beberapa hari ini bahagia rasanya, melihat anak-anak sudah mulai bersekolah tatap muka, semoga Covid-19 ini cepat berlalu dari Kota Medan,” ucapnya.
Namun Rudiyanto mengingatkan agar masyarakat tetap mewaspadai bahaya Covid-19, karena pandemi ini belum berakhir. Karena itu juga dibutuhkan berbagai perubahan prilaku untuk menerapkan prokes dalam setiap aktifitas.
Pihak sekolah, kata dia harus ekstra ketat melakukan pengawasan dan menyediakan sarana prasarana prokes.
Selain di sekolah, perubahan prilaku selama pandemi ini juga tetap diterapkan di tempat kerja misalnya dengan menyediakan alat pengukur suhu di pintu masuk, wadah cuci tangan maupun handsanitizer, termasuk para karyawan diwajibkan mengenakan masker.
“Dalam aktifitasnya, jangan ada kerumunan dan saling menjaga jarak untuk memutus mata rantai penularan covid-19. Kurangi mobilitas, jangan keluar rumah kalau bukan untuk hal yang mendesak. Kalau bisa dalam kegiatan rapat dilakukan zoom meeting atau daring,” katanya.(LMC/Irma Yuni)

