
Madina, 2/3 (LintasMedan) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mandailing Natal (Madina)
mempertanyakan peran kepolisian dalam menyikapi sejumlah kasus yang banyak terjadi di kabupaten itu.
Pertanyaan tersebut terlontar pada kegiatan copy morning para insan pers dengan Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi, Selasa (2/3).
Sebagaimana diketahui sejumlah persoalan baru-baru ini banyak melanda di Madina yang menuntut peran aparat kepolisian untuk bersikap.
Ketua PWI Madina Ridwan Lubis menyampaikan sejumlah persoalan yang terjadi di Madina, seperti beredarnya akun palsu yang telah mencoreng nama Pesantren Mustafawiyah.
Kemudian peristiwa gas beracun PT SMGP (Sorik Marapi Geothermal Power) yang telah menimbulkan jatuhnya korban jiwa.
Juga kebakaran lahan gambut hingga marak beroperasi tambang ilegal di wilayah Pantai Barat.
“Bagaimana peran polisi menyikapi sejumlah persoalan ini, ” kata Ridwan.
Menyikapi beredarnya akun palsu yang telah merugikan pesantren di wilayah itu, Horas menyampaikan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan bekerjasama dengan Polda Sumut.
“Polda Sumut memiliki peralatan yang lengkap untuk penyelidikan kasus IT, ” ucapnya.
Menurut Horas, dalam kasus ini sudah ada perkembangan.
Sementara untuk persoalan PT SMGP, Horas mengakui ada sedikit kesulitan terkait proses autopsi para korban di mana ada pertentangan dari pihak keluarga.
“Padahal tujuan autopsi ini merupakan syarat untuk pembuktian,” ucapnya.
Meski demikian dia berharap untuk kasus PT SMGP yang masih terus diproses Polda Sumut agar tidak digiring oleh kepentingan-krpentingan tertentu yang justru bisa menghambat proses penyelidikan.
Terkait kebakaran lahan gambut di kawasan Pantai Barat, kata dia, pihak kepolisian telah mengidentifikasi sedikitnya 24 titik hotspot. “Kami sudah gelar rapat dengan pihak – pihak perusahaan di sana. Rencananya akan buat posko dengan melibatkan masyarakat,” sebut Horas.
Ia memprediksi kebakaran akibat ulah manusia yang mungkin karena ketidaksengajaan.
“Kecil kemungkinan karena cuaca ekstrim, ” ujarnya.
Horas mengatakan pihaknya telah melayangkan surat ke perusahaan agar dilakukan pemetaan.
“Kita berharap jangan sampai ada korban, ” ucapnya. (LMC-04)
