
Madina, 2/10 (LintasMedan) – Sejak berdiri kurang lebih 14 bulan, Rumah Tahfiz Quran Baitul Hamid, di Desa Parmompang, Kecamatan Panyabungan Timur, telah memiliki 170 murid. Namun kondisi bangunannya itu sangat memprihatinkan bahkan luput dari perhatian pemerintah.
Bangunan tersebut berdiri secara swadaya. Oleh pendirinya berharap Rumah Hafiz ini dapat menghasilkan Hafiz dan Hafizah dari usia dini. Niat tulus ini pun membutuhkan sentuhan dermawan.
Pengelola Rumah Tahfiz, Ustazah Hasibah Lubis, mengatakan, sejak berdiri hingga saat ini belum pernah mendapat perhatian dari pemerintah, baik desa, kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
“Maklumlah, kami kurang memahami urusan birokrasi. Sampai saat ini kami mendirikan ini hanya semampunya saja,” ujarnya, kepada LintasMedan, ketika berkunjung ke lokasi, Sabtu (2/10).
Memang tampak dari bangunan itu masih beratapkan terpal dengan dinding seadanya, bahkan masih ada yang belum berdinding. Lantainya pun hanya beralaskan tikar plastik yang sudah usang. Di sinilah para calon Hafiz dan Hafizah itu belajar.
“Beginilah keadaan Rumah Tahfiz ini, kalau hujan turun proses belajar mengajar pun jadi terhenti. Tendanya sudah usang dan bocor. Tikar yang digunakan untuk alas pun basah,” akunya.
Dengan jumlah murid sebanyak 170 orang yang berasal dari berbagai desa di Kecamatan itu, Ustazah Hasibah Lubis dalam mengajar anak-anak didiknya tidaklah sendiri. Dia juga dibantu oleh empat ustazah lainnya. Jadi sangat layaklah jika Rumah Tahfiz Baitul Hamid ini mendapatkan perhatian dan uluran tangan.(LMC-04)
