Gedung kantor Bank Mandiri Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto: LintasMedan/dok)

Gedung kantor Bank Mandiri Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto: LintasMedan/dok)
Medan, 13/4 (LintasMedan) – Manajemen Bank Mandiri cabang Medan di Jalan Imam Bonjol memberlakukan lockdown atau penutupan sementara kantor dan menghentikan sementara operasional mulai Senin (13/4) hingga seminggu ke depan.
Siaran pers Humas Bank Mandiri Region I/Sumatera I, Henry Tampubolon, menyebutkan, keputusan tersebut dilakukan karena salah satu karyawan bank di kantor itu terindikasi COVID-19 berdasarkan rapid test.
Regional Operation Head Bank Mandiri Region I/Sumatera I, Sri Hargono mengatakan, pihak manajemen masih menunggu kepastian dari hasil swab test dalam beberapa hari ini, apakah benar-benar positif COVID-19.
“Menunggu hasil swab test yang kemungkinan baru akan diketahui dalam beberapa hari ini,” katanya.
Meski pegawai Bank Mandiri itu belum dinyatakan positif, namun pihaknya telah menjalankan protokol penanganan pencegahan penyebaran COVID-19 untuk menghindari penularan kepada karyawan lain maupun nasabah dan masyarakat.
Karena itu, seluruh unit kerja di kantor Bank Mandiri Jalan Imam Bonjol Medan dinyatakan lockdown atau ditutup sementara.
Selama lockdown, operasional cabang untuk sementara akan dipindahkan ke Bank Mandiri Cabang Medan Zainul Arifin
Seluruh pegawai yang bekerja di gedung tersebut akan melaksanakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah selama lockdown dan melaksanakan cek pemeriksaan awal atas kemungkinan terinfeksi virus COVID-19.
Sebelum terjadi kasus dugaan tertularnya seorang pegawai Bank Mandiri Jalan Imam Bonjol Medan, kata dia, seluruh ruangan di gedung tersebut telah beberapa kali dilakukan penyemprotan disinfektan.
Menanggapi penutupan sementara kantor Bank Mandiri Jalan Imam Bonjol Medan, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumbagut, Yusup Ansori, mengatakan, pihaknya akan meminta penjelasan dari pejabat bank tersebut.
Ia memastikan pihak Bank Mandiri mampu menjalankan protokol kesehatan apabila ada pegawainya diduga tertular virus corona.
“Yang paling penting diinformasikan atau diumumkan kepada nasabah adalah operasionalnya dialihkan ke kantor cabang atau kantor cabang pembantu mana, sehingga nasabah masih dapat menggunakan jasa bank,” kata Yusup. (LMC-05)
