Madina, 31/10 (LintasMedan) – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal (Madina) mewisuda sebanyak 519 mahasiswa dari 20 program studi, di Student Center, Komplek Pendidikan STAIN, Desa Pidoli Lombang, Panyabungan, Sabtu (31/10).
Sejumlah tokoh daerah dan nasional pun tampak hadir pada prosesi tersebut Terlihat Bupati Madina H Saipullah Nasution, Ketua STAIN Madina Dr Mara Samin Lubis, Ketua Dewan Penyantun STAIN Komjen Pol (Purn) Drs Saud Usman Nasution, Anggota DPRD Sumatera Utara H Aswin Parinduri, serta mantan Bupati Madina H Dahlan Hasan Nasution.
Dalam sambutannya, Ketua STAIN Madina mengingatkan para lulusan, bahwa capaian akademis yang diraih tidak lepas dari restu dan perjuangan orangtua.
”Ingatlah keberhasilan ini berkat mereka. Gantungkan harapanmu setinggi langit,” ujar Dr Mara Sarmin, memberi motivasi.
Sementara, Bupati Madina dalam arahannya menyoroti tantangan zaman. Di mana perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan arus informasi global telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, dan berinteraksi.
“Gelar sarjana harus diikuti dengan kemauan untuk terus belajar, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, serta kecakapan memanfaatkan teknologi,” tegas Saipullah.
Meski demikian, Bupati mengingatkan agar kemajuan teknologi tidak membuat generasi muda kehilangan jati diri dan nilai-nilai keislaman.
Menurutnya, teknologi dapat membantu pekerjaan manusia menjadi lebih cepat, namun iman dan akhlak tetap menjadi kompas utama dalam menentukan arah serta tujuan penggunaannya.
Saipullah juga menekankan bahwa percepatan pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal tidak hanya bertumpu pada ketersediaan infrastruktur fisik, melainkan sangat ditentukan oleh kualitas, karakter, dan daya saing sumber daya manusianya.
Pendidikan, lanjut Bupati, harus membentuk manusia yang beriman, berakhlak, berintegritas, dan bertanggung jawab, serta mampu memformulasikan ilmu agar bermanfaat bagi masyarakat luas.
Ia pun berharap STAIN Madina dapat terus meningkatkan mutu pendidikan guna mencetak sarjana yang siap menghadapi kemajuan zaman.
“Gelar sarjana bukan hanya kebanggaan, tetapi juga amanah. Jadilah pribadi yang rendah hati meskipun berilmu tinggi, santun dalam bersikap, teguh dalam prinsip, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya menutup arahan. (LMC-04)
