Skip to content

Akurat dan Edukatif

Primary Menu
  • Artikel
Live
  • Home
  • Sumut
  • Stop Excavator, Selamatkan Sungai Batang Natal
  • Sumut

Stop Excavator, Selamatkan Sungai Batang Natal

Lintas Medan 9 Desember 2021 2 min read
Muhammad Nuh

Madina, 9/12 (LintasMedan) – Pemerhati Lingkungan, Muhammad Nuh mengatakan, Sungai Batang Natal bisa diselamatkan jika aktifitas mencari butiran emas di Daerah Aliran Sungai (DAS) dilakukan dengan cara tradisional tidak menggunakan alat berat excavator.

“Belum ada kata terlambat bila ingin menyelamatkan Daerah Aliran Sungai, khususnya di Batang Natal dari kehancuran yang lebih parah, asal kita memberhentikan semua aktifitas yang menggunakan excavator,” kata Muhammad Nuh, kepada LintasMedan, Kamis (9/12).

Sarannya, pemerintah dan aparat hukum mulai sekarang harus mengambil tindakan tegas menertibkan alat berat excavator yang sudah menjadi perharian semua pihak agar nantinya tidak terjadi permasalahan di belakang hari.

“Saya sangat setuju dengan statemen Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi saat menangani tambang emas ilegal yang beraktifitas di sungai Batang Gadis, Kotanopan,” katanya.

Sebutnya, permasalahan ekonomi bukan alasan mendasar jika aktifitas penambangan tersebut menggunakan alat berat. Karena pastinya tidak dengan biaya yang murah.

“Mari sama-sama kita berfikir jernih dalam situasi ini. Masih ada hak anak cucu dan generasi berikutnya yang harus kita pikirkan agar mereka bisa tetap merasakan kekayaan alam Madina ini,” ajaknya.

Menurut Nuh yang juga seorang pengacara ini, oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab itu hanya mengambil keuntungan pribadi dan kelompoknya saja tanpa memikirkan nasib masyarakat yang tinggal di bantaran sungai.

“Mencari butiran emas bisa dilakukan dengan cara yang tradisional agar ekosistem air, geografis dan lingkungan sekitar terjaga. Karena dengan cara tersebut, selama ini tidak ada yang merasa keberatan,” terangnya.

Dia pun mensinyalir jika penambangan emas dengan alat berat tetap berjalan, maka dikhawatirkan nantinya dapat menyebabkan musibah dan yang menjadi korban juga adalah masyarakat sekitar DAS.(LMC-04)

Post Views: 82

Continue Reading

Previous: Pemkab Sergai Gempur Vaksin Hingga Desa Terpencil
Next: Pemkab Sergai Sosialisasikan Program Vaksinasi Kepada Jamaah Pengajian

Related Stories

Lapas Panyabungan Optimalkan Pembinaan Keagamaan Melalui Belajar Iqra dan Al Quran
1 min read
  • Sumut

Lapas Panyabungan Optimalkan Pembinaan Keagamaan Melalui Belajar Iqra dan Al Quran

5 Oktober 2026
Lapas Panyabungan Perkuat Pengawasan Lingkungan dan Menata Aset
1 min read
  • Sumut

Lapas Panyabungan Perkuat Pengawasan Lingkungan dan Menata Aset

3 Oktober 2026
Semangat Hari Batik Nasional 2026: Jajaran Lapas Panyabungan Berkomitmen Lestarikan Warisan Nusantara
1 min read
  • Sumut

Semangat Hari Batik Nasional 2026: Jajaran Lapas Panyabungan Berkomitmen Lestarikan Warisan Nusantara

2 Oktober 2026

You may have missed

Lapas Panyabungan Optimalkan Pembinaan Keagamaan Melalui Belajar Iqra dan Al Quran
1 min read
  • Sumut

Lapas Panyabungan Optimalkan Pembinaan Keagamaan Melalui Belajar Iqra dan Al Quran

5 Oktober 2026
Lapas Panyabungan Perkuat Pengawasan Lingkungan dan Menata Aset
1 min read
  • Sumut

Lapas Panyabungan Perkuat Pengawasan Lingkungan dan Menata Aset

3 Oktober 2026
Semangat Hari Batik Nasional 2026: Jajaran Lapas Panyabungan Berkomitmen Lestarikan Warisan Nusantara
1 min read
  • Sumut

Semangat Hari Batik Nasional 2026: Jajaran Lapas Panyabungan Berkomitmen Lestarikan Warisan Nusantara

2 Oktober 2026
Logika Publik Ditantang, Murid Kelas 2 SD di Kecamatan Bukit Malintang Bunuh Diri?
1 min read
  • Sumut

Logika Publik Ditantang, Murid Kelas 2 SD di Kecamatan Bukit Malintang Bunuh Diri?

1 Oktober 2026
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • Sumut
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Foto
  • UKM
  • Feature
  • Bisnis
  • Advetorial
  • Sports
  • Hukum
  • Politik
  • Medan
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.