
Syaiful Ramadhan
Medan, 22/9 (LintasMedan) – Surat Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Penataan Ruang (PKPPR) Pemerintah Kota Medan memerintahkan masyarakat yang bermukim di pinggiran Sungai Deli, Bederah, Babura untuk membongkar sendiri bangunannya dinilai terkesan arogan.
Surat tersebut dilayangkan sekaitan dengan rencana normalisasi sejumlah sungai di Kota Medan diantaranya Sungai Deli, Bederah, Babura.
Dalam surat tersebut, bangunan yang berada di areal sekitar 10 sampai 15 meter dari bibir ketiga sungai tersebut akan dikosongkan guna normalisasi sungai dalam rangka pengentasan masalah banjir.
“Saya melihat ada arogansi Pemko Medan terhadap masyarakat kecil,” kata anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Syaiful Ramadhan menanggapi persoalan tersebut, Minggu (22/9).
Pemko Medan, kata dia harusnya terlebih dahulu melakukan terobosan untuk mencari solusi dari permasalahan ini.
Dia menyesalkan karena selama ini pemerintah justru melakukan pembiaran terhadap bangunan megah dan perumahan mewah yang lokasinya berada di pinggir sungai. Sedangkan untuk masyarakat kecil dipaksa untuk membongkar sendiri bangunan miliknya.
Di sepanjang Sungai Deli, kata Syaiful, banyak berdiri bangunan megah, masyarakat melihat selama ini Pemko bungkam. “Ada apa ini, giliran kepada masyarakat mereka begitu lantang,” katanya.
Diungkapkannya, program normalisasi sungai di Kota Medan sangat didukung warga, hanya saja dalam pelaksanaannya Pemko Medan seperti tak memiliki solusi lain.
“Bayangkan saja, di sepanjang pinggir sungai Deli ada masyarakat yang sudah 40 tahun hidup di sana, kemudian Pemko Medan tiba-tiba memerintahkan pembongkaran, apa tidak ada alternatif lain,” sesalnya.
Terkait surat tersebut, masyarakat sudah bereaksi, meminta Pemko Medan untuk bernyali menertibkan bangunan di sepanjang sungai Deli, seperti kantor Walikota, sejumlah hotel dan apartemen. “Kalau sama bangunan warga Pemko berani, masyarakat juga ingin melihat bangunan megah yang berada di sepanjang bantaran Sungai Deli juga harus dibongkar,” ujarnya.(LMC-02)
