Madina, 27/9 (LintasMedan) – Diperkirakan 83 korban diduga terpapar gas H2S milik PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP), masih mendapat perawatan intensif di dua rumah sakit di Mandailing Natal, Selasa (27/9) malam.
Sebanyak 39 korban dirawat di RSU Panyabungan dan di RS Permata Madina 44 korban. Para korban umumnya mengalami pusing, mual dan muntah.
“Namun saat ini semua korban sudah dalam keadaan sadar dan mendapat pengobatan,” kata Bupati Madina Muhammad Jaffar Sukhairi saat berada di RS Panyabungan guna melihat para korban. .
Korban merupakan warga di Kecamatan Puncak Sorik Marapi (PSM) berasal dari dua desa, yakni Sibanggor Tonga dan warga Desa Sibanggor Julu.
Menurut informasi, PT SMGP telah mensosialisasikan kepada warga prihal pembukaan sumur T-11 yang berlokasi di Wellpad T ini. Ada yang menyebutkan ketika sumur dibuka arah mata angin berubah. Namun keakurasiannya masih dalam penyelidikan dan pihak perusahaan juga belum memberikan klarifikasi terkait musibah ini.
Sementara untuk warga lainnya yang masih di lokasi, telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah memasang tenda-tenda darurat.
“Kita harap d PT SMGP serius dan bertanggung jawab menyikapi kejadian ini,” tegasJafar Sukhairi Nasution.(LMC-04)
