Edy Rahmayadi pimpin rapat persiapan PON XXI di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Senin (1/11).
Medan, 1/11 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan provinsi yang dipimpinnya ini memiliki sejumlah calon atlet terbaik yang tersebar di 33 kabupaten/kota.
Edy mengatakan, menuju tuan rumah PON Sumut-Aceh tahun 2024, ia melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat terus berupaya memperkuat pencarian atlet berbakat itu.
“Saya yakin 33 kabupaten/kota di Sumut memiliki talenta-talenta terbaik yang mampu bersaing di kompetisi nasional tersebut, kita butuh 700 atlet lagi menuju tuan rumah PON,” katanya usai rapat persiapan PON XXI di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Senin (1/11).
PON XXI direncanakan dibuka pada 13 Oktober 2024, Sumut dan Aceh akan menjadi tuan rumah pagelaran olahraga terbesar di Indonesia ini. Edy Rahmayadi berharap Sumut bisa menorehkan prestasi yang membanggakan pada kompetisi ini.
“Sudah pasti target kita itu juara, kita sedang merencanakan beberapa strategi yang tepat untuk mencapai itu, salah satunya adalah dengan menjaring talenta-talenta daerah. Salah satu caranya dengan memperbanyak kompetisi di daerah-daerah dari desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi,” paparnya didampingi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Afifi Lubis.
Selain itu, Edy juga menjelaskan upaya Pemprov Sumut meningkatkan fasilitas olahraga dan pelatih untuk persiapan PON XXI, salah satunya dengan membangun training camp khusus yang diharapkan mampu mendorong kemampuan atlet.
“Itu juga kita upayakan, sarana dan prasarana latihan, salah satunya training camp di Siosar untuk melatih jantung dan paru-paru atlet kita. Selain itu, kita juga berupaya meningkatkan kualitas pelatih kita untuk mendorong kesuksesan atlet,” paparnya.
Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis memaparkan saat ini Sumut memiliki sekitar 113 pelatih yang terdiri dari 54 orang mantan pelatih PON Papua dan 59 pelatih Pelatda jangka panjang. Sedangkan untuk atlet 186 eks PON Papua dan 311 atlet Pelatda jangka panjang.
“Penjaringan atlet akan diperkuat untuk proses seleksi sehingga benar-benar mendapat atlet yang berkualitas,” ucapnya.(LMC-02)
