Pakpak Bharat, 10/11 (LintasMedan) – Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2021 di Pakpak Bharat hanya diikuti oleh pejabat Eselon II dan III saja. Keterbatasan para peserta upacara di peringatan hari bersejarah itu akibat pandemi Covid-19 yang masih melanda termasuk di wilayah itu.
“Kondisi Covid 19 memaksa pelaksanaan upacara Hari Pahlawan dengan jumlah peserta yang terbatas, hanya diikuti pejabat eselon II dan III saja,” kata Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor.
Bupati yang memimpin upacara berpesan agar senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan, meneladani sikap patriot yang dimiliki para pahlawan kemerdekaan dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa dalam upaya mencapai Indonesia Merdeka.
“Pertahankan terus jiwa toleransi dan semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari,” imbaunya.
Dalam sambutan Menteri Sosial RI yang dibacakan Franc Bernhard Tumanggor membuka kembali kenangan akan sebuah pertempuran besar yang merenggut nyawa ribuan putra-putri terbaik bangsa di Surabaya. Sebuah pertempuran panjang dianggap sebagai kemenangan besar bangsa Indonesia melawan penjajah yang ingin kembali bercokol di bumi pertiwi.
Pertempuran yang diawali pada tanggal 10 november 1945 ini kemudian diperingati sebagai hari pahlawan setiap tahunnya.
“Pertempuran Surabaya harus kita jadikan sebagai sebuah contoh gigih, kebulatan tekad dan sikap pantang menyerah dari para pejuang dalam upaya mencapai Indonesia merdeka. Para pahlawan lebih memilih melawan bombardir dan sejumlah senjata canggih lainnya dan lebih memilih binasa dengan semboyan “merdeka atau mati”.
“Saat ini kita memiliki potensi besar dalam perang melawan kemiskinan dan kebodohan, Indonesia memiliki sumber daya yang melimpah dan keunggulan geogerafis yang sangat strategis, kita harus mampu memanfaatkan semua kelebihan ini menjadi sebuah kemenangan,” ucapnya.(LMC-06)
