Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah memimpin rapat membahas pengemabngan obyek wisata Tangkahan-Bukit Lawang, Rabu (10/11).(Foto:LintasMedan/ist)
Medan, 10/11 (LintasMedan) – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah (Ijek) menegaskan pembangunan obyek wisata di Tangkahan dan Bukit Lawang segera terealisasi tahun depan.
Untuk itu dia berharap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumut serius terkait rencana kerja itu. Ijeck berharap grand design atau master plan dapat segera dikejar, sehingga tahun 2022 pembangunan bisa berjalan.
“Saya sampaikan rapat pertama kemarin terkait rencana kerja dan hari ini rapat kedua sudah mengerucut sudah dapat desa-desa yang menjadi desa wisata. Rapat lanjutnya nanti sudah harus ada grand design atau master plan secara besar dan tahun 2022 sudah teknis saja, sudah bisa berjalan,” kata Ijek usai rapat lanjutan pengembangan kawasan Tangkahan-Bukit Lawang di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Rabu (10/11).
Konsep pengembangan desa wisata ini, sebut Ijek tidak dapat berjalan tanpa kerja sama antara Pemprov Sumut dan Kabupaten Langkat serta masyarakat. “Konsep ini tidak akan bisa jalan kalau tidak bersama, seluruh OPD harus betul-betul serius. Kerja ini harus kerja yang nyata, harus bisa bermanfaat untuk masyarakat,” paparnya.
Terkait desa wisata, ia manambahkan saat ini ada dua desa di Sumut masuk dalam 50 besar terbaik program Anugerah Desa Wisata Indonesia tahun 2021 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), yakni Desa Huta Tinggi di Kabupaten Samosir dan Desa Tipang di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).
“Secara nasional penilaian 50 desa terbaik, ada dua di Sumut yaitu di Humbahas dan Samosir. Kita mau mendorong mudah-mudahan nanti nominasi tahun depan bisa ikut lagi desa wisata lain khususnya desa di Tangkahan dan Bukit Lawang ini,” katanya.
Ia menuturkan dua desa wisata terbaik nasional tersebut bisa menjadi contoh desa-desa lain di Sumut untuk dikembangkan menjadi desa wisata. Selain itu, Pemprov Sumut juga akan mengunjungi desa-desa wisata terbaik yang ada di Indonesia, seperti di Yogyakarta untuk dapat dijadikan percontohan untuk pengembangan desa wisata di Sumut.
“Dua itu ya syukur bisa menjadi contoh. Tapi ini juga kita ingin melihat yang di Yogyakarta, kita sudah komunikasi dan kita akan ke sana melihat Balkondes namanya, Balai Ekonomi Desa,” ucapnya.
Dalam mewujudkan desa wisata ini Pemprov Sumut, kata dia juga mengharapkan bantuan dari pemerinah pusat seperti dari Kemenparekraf, Kementerian BUMN melalui CSR perusahaan, maupun kementerian terkait lainnya.
Sebelumnya dua desa di Sumut terpilih menjadi 50 desa wisata terbaik di Indonesia karena seluruh aspek penilaian memenuhi semua kriteria, di antaranya aspek budaya, kuliner, memiliki destinasi wisata alam, serta produk kerajinan tangan atau kriya. Penilaian juga meliputi penerapan kebersihan, kesehatan, keamanan, dan tidak merusak lingkungan.(LMC-02)
