Rifki Warisan
Medan, 13/10 (LintasMedan) – Sekelompok wartawan di Kota Medan menggelar aksi galang dana sebesar Rp2000 yang akan diberikan kepada, Marliana Sihotang,58, alias Butet, petugas parkir yang sehari-hari bekerja di kawasan Jalan Raden Saleh Medan.
Gerakan galang dana Rp2000 sebagai bentuk keprihaninan terhadap nasib juru parkir yang kini viral di media sosial.
Butet diviralkan oleh pemilik akun Alfin_Mtd alias Mamak Gardam yang diposting pada instagram dan TikTok serta menuaiĀ komentar beragam.
“Sebagai wartawan, yang kerap memberitakan sejumlah persoalan yang ada di tengah-tengah masyarakat. Kami merasa prihatin dan berempati dengan nasib juruparkir yang merupakan seorang ibu,” kata penasihat Koordinator wartawan unit DPRD Medan Rifki Warisan, Kamis (13/10).
Akibat memohon uang tambahan senilai Rp2000 dari tarif parkir normal Rp3000 diduga menjadi pemicu pertengkaran antara juruparkir itu dan pemilik akun Mak Gardam. Diketahui mobil Mak Gardam terparkir sejak pukul 9.00 hingga pukul 15.00 WIb di lokasi itu yang dijaga dan diawasi oleh Butet.
Namun bukannya uang tambahan Rp2000 yang dikasih, oknum tersebut malah memposting pertengkaran itu menjadi sebuah konten dan terkesan diviralkan di media sosial.
“Jadi gerakan galang dana Rp2000 ini, untuk sekedar menambah biaya parkir Mak Gardam,” ucap Rifki.
Rifki mengaku prihatin dengan apa yang dialami ibu tiga anak ini.
Meskipun ada Peraturan Walikota (Perwal) yang mengatur tarif parkir kendaraan roda 4 sebesar Rp3 ribu, kata Rifki, seharusnya azas kewajaran tetap juga harus dipahami oleh masyarakat.
“Benar bahwa di dalam Perda ada penetapan tarif Rp3 ribu itu. Tapi kalau parkirnya dari pagi sampai sore, saya fikir sangat wajar rasanya kalau pemilik mobil memberi lebih, katakanlah menjadi Rp5 ribu seperti yang diharapkan Marliana. Memang bukan aturan tertulis, tapi itulah azas kewajaran,” ucap Rifki.
Dikatakan Rifki, parkirnya mobil tersebut dari pagi hingga sore hari membuat potensi Marliana untuk mendapatkan kendaraan parkir lebih banyak menjadi sirna. Alhasil, pendapatannya pada hari itu akan berkurang.
“Sementara parkir itu adalah mata pencahariannya untuk menafkahi keluarga. Sangat kita sayangkan kalau hal seperti ini pun harus diviralkan di media sosial,” ujarnya.
Penggalangan dana ini, kata dia murni sebagai rasa empati kepada pejuang PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Medan itu.
“Semoga beliau tetap semangat dalam bekerja di usianya yang tidak lagi muda.” ucapnya.
Senada dengan Rifki Warisan, wartawan DPRD Medan, Sumuang Nababan juga mengaku sangat menyayangkan peristiwa viralnya Marliana di media sosial.
“Bijaklah bermedia sosial. Tidak semua harus diviralkan, apalagi masyarakat kecil yang hanya mencari sesuap nasi,” tegas Sumuang.
Sumuang menuturkan, dirinya tidak ingin membahas siapa yang salah dan yang benar dalam masalah ini. Akan tetapi, setiap orang harus memiliki rasa empati kepada orang lain.
“Masih banyak yang bisa dilakukan selain memviralkan orang kecil seperti itu. Isilah konten-konten media sosial kita dengan konten-konten yang lebih bermanfaat dan mendidik,” tuturnya.
Sumuang juga memuji sikap Marliana yang mau meminta maaf di media sosial. Padahal menurutnya, apa yang dilakukan Marliana masih dalam batas wajar.
“Sikap Marliana yang berbesar hati untuk meminta maaf ini membuat rekan-rekan jurnalis benar-benar berempati. Mulai hari ini kami wartawan DPRD Medan menggalang dana untuk Marliana, kami juga mengajak wartawan lainnya di Kota Medan untuk melakukan langkah yang sama,” pungkasnya.(LMC-02)
