
Medan, 29/7 (LintasMedan) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus berupaya menambah ruang rawat inap bagi pasien Covid-19, salah satunya di areal gedung Asrama Haji Medan.
“Sebelumnya pemerintah juga sudah menyiapkan Wisma Atlet Jalan Pancing Medan sebagai bagian dari upaya menambah 1.000 tempat tidur, guna mengantisipasi lonjakan. Saat ini juga tengah dipersiapkan gedung Asrama Haji,” kata Wakil Gubernur Sumut Musa Rajeksah, usai mengikuti rapat koordinasi virtual bersama Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian RI Airlangga Hartarto dari ruang kerjanya, Lantai 9 Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro Medan, Rabu (28/7).
Hingga saat ini, kata Ijek, ketersediaan tempat tidur bagi pasien Covid-19 yang menjalani rawat inap di rumah sakit mencapai 60 persen, sedangkan ruang ICU 59 persen.
“Target kita paling lama mudah-mudahan dua minggu ini sudah selesai, untuk penambahan di lokasi Asrama Haji dan Wisma Atlet,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mencuci tangan serta menjaga pola hidup sehat. Sebab pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, tanpa dukungan kesadaran warga di masa pandemi Covid-19.
“Harus ada kesadaran masyarakat menjaga kesehatan, imun dia juga, serta vaksin. Kita paham kondisi ini sulit,” ucapnya.
Di sisi lain, dia juga memastikan Bantuan Sosial (Bansos) segera diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Untuk itu Pemerintah Kabupaten/Kota diminta memastikan bantuan tersebut sampai ke masyarakat tepat waktu dan sasaran.
Adapun Bansos sebagai bagian dari upaya meringankan beban ekonomi selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dimaksud, Wagub menyebutkan akan ada beberapa jenis yang akan diberikan seperti program kartu sembako, subsidi internet, diskon tagihan listrik, kartu prakerja, beras serta UMKM.
Untuk penyaluran Bansos ini, kata Ijeck, sesuai arahan pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) kepada pemerintah daerah, untuk tidak ragu menjalankannya. Sebab jika tujuannya untuk membantu dan tidak ada unsur atau niat lain, tentu dapat disalurkan secara maksimal.
“Salurkan saja selama tidak ada niat tertentu. Dan sekarang (sembako beras) itu sudah berjalan. Sebab penyaluran ini memang menjadi penekanan dari pemerintah pusat ,” tambahnya.(LMC-02)
