
Madina, 24/11 (LintasMedan) – Bagas Godang yang berarti Rumah Besar atau Rumah Adat oleh pemerintah setempat telah difungsikan sebagai tempat isolasi pasien terpapar Covid-19. Lokasinya yang jauh dari keramaian dinilai tepat dan layak untuk dipergunakan.
Lokasi pertapakan Bagas Godang ini dibeli dari hasil penjualan kerajinan tangan Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution, yang berbahan baku dari sisa – sisa limbah kayu sebelum dihibahkan ke Pemerintah Kabupaten Madina.
Bagas Godang yang berada di Desa Saba Purba, Kecamatan Panyabungan ini dibangun untuk dijadikan sebagai tempat perkumpulan marga dari suku Mandailing, begitu juga Minang Saiyo, Pujakesuma dan Batak Tapanuli bagian Utara.
Namun atas kebutuhan tempat isolasi, pasca terpaparnya masyarakat, Bagas Godang pun dialihfungsikan sebagai tempat isolasi dan untuk kegiatan adat di Bagas Godang dihentikan sementara.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Madina Sahnan Pasaribu sebut Bagas Godang hanya diperuntukkan bagi pasien tanpa gejala. Apabila bergejala sedang dan berat akan di rujuk ke RSUD Panyabungan.
“Bagas Godang hanya untuk Orang Tanpa Gejala (OTG), jika bergejala kita rujuk ke RSU karena di sana juga ada tempat isolasi pasien Covid-19,” kata Sahnan.
Mengenai fasilitas dan pelayanan juga sudah cukup memadai. Bangunan yang berarsitektur dari kayu itu memiliki 15 ruang. 12 ruang untuk rawat inap pasien dan 3 ruang digunakan sebagai tempat pelayanan Covid-19.
“Ya sudah memadai. Ada tempat tidur, lemari, dan kamar mandi di masing – masing ruangan. Pemeriksaannya juga menggunakan alat masing – masing,” kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Bagas Godang, dr Faisal, Rabu (25/11).
Faisal menjelaskan untuk pasien setiap harinya mendapat 3 helai masker, makan 3 kali sehari dan juga mendapatkan snack 2 kali sehari dengan menggunakan anggaran pemerintah daerah.
“Untuk pemeriksaan pasien kita lakukan setiap hari selama 24 jam, oleh para dokter secara aplusan,” ujarnya.
Bagas Godang memiliki 16 perawat dan 8 dokter, diantaranya 5 dokter umum dan 3 spesialis. Dan mendapat pasokan obat – obatan dari pengadaan berupa vitamin, anti virus dan antibiotik.
Terkait anggaran, Bagas Godang digunakan sebagai tempat isolasi sampai pada Desember 2020. Namun untuk antisipasi tahun depan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal telah mengalokasikan anggaran sebesar 4 M, yang alokasinya melalui Dinas Kesehatan. Selanjutnya Dinas Kesehatan mengalokasikan anggaran tergantung dari kebijakan bupati.
“Nanti tergantung arahan bupati. Siapa untuk pelaksananya dan SDM nya, karena masuk di tahun anggaran yang berbeda,” sambung Faisal.(LMC/irwan Arifianto)
