
Sei Rampah, 29/3 (LintasMedan) – Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Darma Wijaya memimpin apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2021 di Lapangan Mapolres Sergai, Sei Rampah, Senin (29/3).
Apel yang digelar dalam upaya mencegah bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan tersebut diikuti peserta, terdiri dari berbagai satuan TNI, Polri, Manggala Agni, pemadam kebakaran, BPBD, Basarnas, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Dinas Pemadam Kebakaran.
Hadir dalam apel tersebut, antara lain Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang, Kajari Sergai Donny Haryono Setyawan, Ketua Pengadilan Negeri Sergai Rio Barten Hasahatan Pasaribu, para kepala OPD, camat, Kapolsek, dan para stakeholder terkait.
Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya, dalam kata sambutannya mengingatkan bahwa Kabupaten Sergai, memiliki kawasan perkebunan yang luas dan sangat rawan terhadap bencana kebakaran.
“Kita harus mengambil langkah strategis dalam penanganan karhutla antara lain melakukan patroli secara rutin ke perusahaan perkebunan untuk mengetahui sejauh mana sarana dan prasarana penanganan Karhutla,” ujarnya.
Selain itu, ia berharap kepada seluruh petugas agar senantiasa bekerja sama dan bekerja keras dalam penanggulangan Karhutla di kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat tersebut.
Selanjutnya, kata Bupati, upaya penanggulangan Karhutla perlu melibatkan Babinsa, Babinkamtibmas serta kepala desa sekaligus menumbuhkan persamaan persepsi dalam proses penegakan hukum dengan Gakkumdu plus.
Selama tahun 2020, kata Darma, penanganan Karhutla di Sergai sudah semakin terkoordinir sehingga berdampak positif terhadap upaya mengurangi jumlah titik api atau hot spot.
Jumlah hot spot selama tahun 2020 sebanyak 89 titik, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 120 titik.
:Kita memiliki personel gabungan dalam penanganan karhutla. Ketersediaan lahan basah kita juga cukup dalam menangani Karhutla,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Darma mengimbau kepada masyarakat agar tidak meninggalkan rumah dengan keadaan listrik menyala.
Sebab, kata dia, kebakaran yang harus diantisipasi tidak hanya kebakaran hutan dan lahan, namun juga kebakaran rumah.
“Kemarin ada kebakaran rumah penjaga sekolah di Sei Rampah, kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek listrik,” ujarnya. (LMC-02/rel)
