
Sei Rampah, 31/3 (LintasMedan) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serdang Bedagai (Sergai) menargetkan akan mencetak 1.000 hektar areal persawahan baru hingga tahun 2024.
“Pencetakan sawah baru sebagai langkah nyata mendukung program Presiden Joko Widodo yang menginginkan Indonesia menjadi swasembada beras,” kata Bupati Sergai Darma Wijaya saat meninjau potensi persawahan baru di Kecamatan Pantai Cermin, baru-baru ini.
Bupati didampingi tokoh masyarakat Sergai Syaiful Amri, pihaknya akan membagun infrastruktur pertanian di sekitar lahan sawah baru tersebut, yaitu sarana irigasi.
Diakuinya, selama ini sarana irigasi di sentra produksi beras di Sergai masih kurang sehingga kerap dikeluhkan petani.
“Serdang Bedagai merupakan lumbung padi kedua di Sumatera Utara setelah Kabupaten Deli Serdang. Kita berharap dengan program mencetak 1.000 hektar lahan persawahan yang baru, Sergai menjadi lumbung padi nomor satu di Sumatera Utara bahkan nasional,” kata Bupati.
Sentra produksi beras di Sergai tersebar di seluruh kecamatan dan lokasi terluas berada di lima kecamatan, yakni Kecamatan Bandar Kalifah, Teluk Mengkudu, Pantai Cermin, Teluk Mengkudu dan Perbaungan.
Untuk lebih mengoptimalkan volume produksi beras di wilayah tersebut, pihaknya akan menggandeng tokoh masyarakat dan kelompok tani agar target cetak lahan persawahan baru dapat terealisasi.
Sementara itu, tokoh masyarakat Sergai Saiful Amri yang pelaku usaha tani membenarkan Sergai masih potensial menjadi lumbung pangan terbesar di Sumut.
Ia memastikan penambahan luas lahan sawah baru yang direncanakan Pemkab Sergai akan memberi kontribusi besar terhadap peningkatan produksi beras di daerah tersebut.
“Kita berharap Pemerintah segera merealisasikan perbaikan infrastruktur irigasi, membangun bendungan dan talang-talang baru, sehingga sangat meringankan beban petani dalam meningkatkan produksi tanaman pangan,” ucap Saiful yang juga Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI).
Hingga saat ini, menurut dia, pihaknya sudah mencetak lahan persawahan baru sekitar 50 hektar dan diharapkan tahun ini bisa bertambah menjadi 60 hektar. (LMC-02)
