Mohamed Firhan Abdul Salam selaku Area Director Singapore Tourism Board untuk Indonesia
Medan, 7/9 (LintasMedan)- Singapura Tourism Board (STB) memperkuat kerjasama dengan agen dan
asosiasi perjalanan guna mendorong wisatawan kembali berkunjung ke negeri singa itu paska melandainya pandemi Covid-19.
“Kini pengunjung yang datang ke Singapura tak perlu lagi karantina. No karantina, no tes-tes Covid lagi. Yang penting sudah vaksinasi minimal 2 kali,” kata Mohamed Firhan Abdul Salam selaku Area Director Singapore Tourism Board untuk Indonesia, dalam konfrensi pers di Medan, Selasa.
Negara itu bersiap menyambut wisatawan Indonesia melalui peran aktif dalam meningkatkan hubungan dengan para mitra perjalanan, selain dari aktivitas pemasaran dan
kemitraan taktikal yang telah berjalan.
Dalam rangka hal tersebut, STB menyelenggarakan kegiatan networking business to business untuk para pelaku industri perjalanan dan hospitality di enam kota
besar di Indonesia Agustus sampai Oktober 2022, untuk mempromosikan destinasi serta penawaran menarik di Singapura.
Rangkaian kegiatan B2B Tabletop networking yang menjadi bagian dari kampanye “SingapoReimagine” tersebut diadakan di kota Jakarta, Surabaya, Bali, Medan, Makassar dan
Pekanbaru1.
Kegiatan ini, kata Firhan Abdul Salam sebagai apresiasi STB atas dukungan dari para mitra dan stakeholder
yang telah memegang peranan penting dalam pemulihan wisata Singapura, serta untuk menciptakan wadah yang mempertemukan para mitra dari Singapura, seperti hotel, atraksi wisata, Destination Management Company (DMC), cruise liners, enrichment providers, dan Changi Airport dengan para
agen dan asosiasi perjalanan dari Indonesia.
Indonesia, sebut dia terus menjadi pasar penting dan strategis bagi industri pariwisata Singapura. Dari Januari
hingga Juni 2022, Indonesia menyumbang jumlah pengunjung internasional tertinggi dengan 282.000
pengunjung, melampaui India, Malaysia, Australia, dan Filipina.
Secara global, Singapura mencatat 1,5 juta kedatangan pengunjung pada paruh pertama tahun 2022, hampir 12 kali lebih banyak dibandingkan
dengan periode yang sama pada tahun 2021 (119.000). Penerimaan pariwisata (TR) mencapai sekitar
S$1,3 miliar pada kuartal pertama tahun ini.
Perkembangan yang baik ini merupakan hasil dari skema Vaccinated Travel Framework (VTF) yang diumumkan pada bulan April 2022. STB memperkirakan
kedatangan pengunjung internasional (IVA) pada 2022 sebanyak 4 hingga 6 juta orang dibantu dengan momentum peringanan pembatasan perjalanan.
“Dengan dibukanya perbatasan antara kedua negara, kami bekerjasama secara erat dengan para mitra kami untuk meningkatkan angka pertumbuhan kunjungan wisata serta menjadikan
Singapura sebagai destinasi pilihan bagi masyarakat Indonesia. Agen dan asosiasi perjalanan tetap memegang peranan penting dalam ekosistem ini dan STB akan terus membina hubungan baik untuk membuka peluang perjalanan leisure, MICE maupun fly cruise.” paparnya.
Untuk menarik minat wisatawan Indonesia juga diungkap sejumlah obyek baru dan unik di Singapura.
STB juga berperan aktif dalam mendukung berbagai pameran wisata serta menjadi fasilitator dalam mempertemukan pelaku perjalanan wisata dari Indonesia dan Singapura. Hal ini bertujuan untuk memanfaatkan momentum alur wisata yang telah berjalan baik dari kedua negara, serta menciptakan peluang bisnis dan kerjasama.(LMC-02)
