Medan, 7/9 (LintasMedan) – Ada sejumlah destinasi wisata baru di Singapura, salah satu di antaranya adalah “Museum of Ice Cream (MOIC) atau museum es krim.
The Museum of Ice Cream (MOIC) yang resmi dibuka Agustus tahun lalu itu, kini menjadi salah satu obyek yang gencar dipromosikan bagi wisatawan yang ingin berkunjug ke Singapura paska Pandemi Covid-19.
“Tempat ini sangat menyenangkan dipenuhi dengan es krim, sangat cocok tempat bermain anak-anak dan bagi penyuka es krim,” kata Dona Yuliana
Manager Tourism Business (MICE) at Singapore Tourism Board dalam konfrensi pers di Medan, Selasa.
Tiket untuk bisa masuk ke museum es krim di Singapura ini dibanderol dengan harga Sing$ 38 (Rp 416 ribu).
Museum Es Krim ini, kata dia daya tarik baru pasca Covid bagi wisatawan ke Singapura dan itu akan menjadi pengalaman unik yang menyenangkan tidak hanya untuk anak-anak tetapi juga untuk orang dewasa.
Ini adalah satu-satunya museum es krim internasional di Singapura, di mana orang dapat menghidupkan kembali memori masa kecil mereka. Museum unik ini memiliki 14 instalasi multisensor, di mana orang dapat mencoba berbagai kesenangan manis yang istimewa. Nah, mencicipi es krim jadi pengalaman yang tidak terlupakan.
Pemandu museum akan siap di sana untuk membantu pengunjung kapan pun dibutuhkan. Tempat ini juga menjadi destinasi impian para fotografer, didesain cantik dengan segudang nuansa pink dengan banyak pernak pernik bagi pecinta es krim.
Museum ini jadi salah satu daya tarik wisatawan di Singapura.
“Tahun ini kami memperkirakan empat sampai enam juta pengunjung ke Singapura di antaranya berasal dari Indonesia, Malaysia, Australia dan Pilipina,” katanya.
Selain musium es krim, keanegaragaman makanan halal bagi wisatawan Muslim juga banyak tersedia. “Tempat-tempat bersertifikat halal, makanan halal di pusat jajanan, serta fasilitas sholat dan nyaman juga tersedia,” paparnya.
Sebelumnya Mohamed Firhan Abdul Salam selaku Area Director Singapore Tourism Board (STB) untuk Indonesia, menyampaikan memperkuat kerjasama dengan agen dan
asosiasi perjalanan sekaligus melakukan kampanye pemulihan dan menghidupkan kembali wisata Singapura.
“Indonesia, menjadi pasar penting dan strategis bagi industri pariwisata Singapura,” ucapnya. (LMC-02).
