
Medan, 15/6 (LintasMedan) – Wakil Ketua DPRD Kota Medan Rajudin Sagala berharap pemerintah kota (Pemko) setempat membantu komunitas musisi di daerah itu yang aktivitasnya terkendala pandemi COVID-19.
Rajudin menyatakan hal tersebut saat menerima audensi pengurus Musisi Muslim Medan yang mengeluhkan pendapatan turun drastis akibat COVID-19, di kantor DPRD Medan, Selasa (15/6).
Dalam pertemuan itu, politisi PKS ini menyampaikan rasa keprihatinan terhadap nasib para musisi di tengah pandemi COVID-19.
Terkait hal tersebut, pihaknya akan meminta Dinas Pariwisata Kota Medan turut mencari solusi terbaik agar para musisi dapat berkarya dan mendapatkan penghasilan.
“Fraksi PKS juga akan mengadvokasi BPJS Kesehatan PBI (Penerima Bantuan Iuran) gratis bagi musisi dan keluarganya. Kita juga berupaya mengusulkan BST (Bantuan Sosial Tunai) bagi mereka, jika kuota masih memungkinkan,” katanya.
Ketua Musisi Muslim Medan Indra Syafri mengaku tidak lagi memanfaatkan kafe, hotel, maupun pentas-pentas lainnya di ibu kota Provinsi Sumatera Utara untuk berkarya dan mendapatkan penghasilan.
“Sesuai aturan yang diterbitkan Pemkot Medan, ‘live music’, dan kafe aktivitasnya dibatasi. Kami sangat berharap Pemkot Medan memberi solusi untuk permasalahan kami ini,” tuturnya.
Sementara itu, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Medan saat ini juga sedang mencari solusi demi mengatasi kesulitan yang menimpa para musisi di wilayah itu karena aktivitasnya terkendala pandemi COVID-19.
“Kita akan tindaklanjuti permasalahan ini. Akan kita sampaikan ke Komisi III agar persoalan ini menjadi perhatian, dan Pemkot Medan,” kata Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kota Medan Syaiful Ramadhan.
Menurut dia, Pemko Medan melalui dinas terkait memiliki banyak program yang bisa menjadi sarana para musisi tetap bisa beraktivitas di tengah pandemi sehingga mereka tidak merasa ditelantarkan.
“Mereka merupakan elemen masyarakat yang bisa mengangkat nama Kota Medan. Kita tidak ingin mereka dilupakan, ketika pandemi melanda. Saya kira ini catatan bagi Dinas Pariwisata Kota Medan,” ujar Syaiful. (LMC-02)
