
Medan, 23/6 (LintasMedan) – Kalangan DPRD Kota Medan meminta Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan tetap memiliki program untuk mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) meski minat masyarakat berbelanja menurun akibat wabah viirus Covid- 19.
Pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Medan dengan PD Pasar, dewan mempertanyakan program BUMD tersebut dalam upaya mendongkrak PAD.
“Saat ini PD Pasar sedang menyiapkan aplikasi online untuk memudahkan warga berbelanja,” kata Plt Dirut PUD Pasar Nasib pada rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi III Abdul Rahman, Selasa (23/6).
Ia memaparkan pihaknya saat ini sedang bekerjasama dengan ojek online untuk memudahkan warga berbelanja tanpa harus ke pasar.
“Kita sudah bekerjasama dengan ojek online (Grab) dan sekarang ini dalam tahap uji coba,”kata Nasib yang didampingi Direktur Administrasi dan Keuangan Osman Manalu dan Direktur Operasional, Gelora Ginting.
Tiga pasar saat ini yang akan diuji coba, yakni Pasar Sei Kambing, Petisah dan Kuala Bekala.
Ia menuturkan aplikasi belanja online ini sengaja dibuat agar masyarakat tidak keluar rumah namun bisa tetap berbelanja dengan menggunakan jasa ojek online.
“Kami juga berharap, ojek jangan berinteraksi dengan terlalu banyak pedagang. Diharap hanya satu tempat saja lokasi berbelanja sehingga dapat memutus rantai penularan covid19,”imbuh Nasib.
Untuk kerjasama ini, semua pihak memperoleh keuntungan.
Di aplikasi tersebut, juga akan tertera semua pasar di Kota Medan berikut harga barang-barang yang dibutuhkan masyarakat.(LMC-02)
