
Medan, 20/4 (LintasMedan) – DPRD Medan melalui Komisi B yang membidangi pendidikan menyesalkan kinerja Dinas Pendidikan setempat yang telah menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tanpa fasilitas memadai.
Anggota Komisi B, Jumadi menyarankan, sebaiknya Disdik menunggu hingga sarana prasarana internal lengkap sehingga UNBK dilaksanakan profesional dan mandiri.
“Kita prihatin pelaksanaan UNBK ini dikhawatirkan tidak berjalan lancar karena fasilitas sarana dan prasarana yang belum memadai. Sebaiknya disdik menunggu dulu sampai fasilitas benar-benar tersedia,”kata Jumadi pada wartawan, Sabtu (20/4).
Apalagi, selama ini keluhan yang mengemuka sejumlah orangtua/wali siswa mengaku tidak mampu menyediakan perangkat komputer bagi putera-puterinya sehingga harus menyewa agar bisa melaksanakan UNBK di sekolah yang juga tak mampu menyediakan sarana tersebut.
“Mewajibkan orangtua siswa menyediakan sarana komputer tentu sangat memberatkan,ini yang kita tidak inginkan,” kata politisi PKS.
Sebagaimana diketahui Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) berbasis komputer dijadwalkan serentak 22 April hingga 25 April 2019.
Dinas Pendidikan (Disdik) Pemko Medan mencatat 60-an SMP Negeri maupun Swasta belum memiliki kemampuan melaksanakan UNBK. Oleh karenanya, sejumlah SMP tersebut menyusun kerjasama dengan pihak SMA yang memiliki sarana pendukung yang lebih memadai.
Menurut Jumadi, Dinas Pendidikan seharusnya sudah mencicil kebutuhan komputer di jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawahnya. Ia juga menyarankan agar Disdik menyusun permintaan anggaran untuk menyediakan sarana komputer.
“Kami sebagai wakil rakyat sangat menyesalkan karena selama ini Disdik tidak ada mengusulkan anggaran untuk pengadaan komputer,” cetusnya.(LMC-02)
