
Medan, 19/3 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengaku prihatin melihat kondisi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta Medan.
Da melihat banyak warga binaan di sana hanya menghabiskan waktu luang sembari duduk dan melamun.
Untuk itu dia meminta agar pihak LP Tanjung Gusta dapat memberikan lebih banyak pelatihan pada warga binaan, sebab dengan keterampilan yang dimiliki diharapkan selesai menjalani hukuman dapat berbaur dan berkompetisi di tengah masyarakat. Upaya ini juga untuk mencegah warga binaan kembali melakukan tindakan kriminal jika bebas nanti.
“Saya minta pembinaan yang dilakukan di Lapas lebih banyak lagi dan spesifik. Misalkan pelatihan bengkel, kerajinan kayu atau furnitur, dan sebagainya. Selain itu bagi narapidana yang memiliki bakat atlet untuk dapat dibina di sana,” ucap Edy Rahmayadi, saat menerima kunjungan para Kepala Lapas, di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jumat (19/3).
Hadir di antaranya Kepala Lapas Perempuan Medan Surta Duma Sihombing, Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas 1 Medan Batara Hutasoit, Dokter Psikolog di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas 1 Medan Adhayani Lubis serta lainnya.
“Saya lihat waktu waktu kunjungan beberapa waktu lalu mereka hanya menghabiskan waktu dengan duduk dan melamun. Saya rasa ini harus diubah dengan membuat kegiatan positif. Agar mereka dapat bermanfaat,” katanya.
Ia meminta pada Lapas untuk berkoordinasi dengan pihak terkait di Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam membantu memberikan pelatihan pada warga binaan Lapas Tanjung Gusta.
Kepala Lapas Perempuan Tanjung Gusta Surta Duma Sihombing dalam kesempatan itu mengatakan, kunjungan ini juga merupakan silaturahmi serta mengharapkan partisipasi bantuan dari Pemprov Sumut untuk warga binaan di Lapas Perempuan Tanjung Gusta. Bantuan yang diharapkan seperti sarana dan prasarana untuk para warga binaan.
“Bantuan tersebut bukan merupakan materi (uang), akan tetapi bantuan yang bersifat untuk memberi wawasan dan keterampilan para warga binaan yang saat ini menjalani hukuman di Lapas,” katanya.
Dijelaskanya, saat ini wargan binaan Lapas Perempuan Tanjung Gusta, sebanyak 85% dihuni narapidana dengan hukuman penyalahgunaan narkoba. “Kita sudah bekerja sama dengan BNN untuk rehabilitasinya. Namun saat ini kita tidak menerima lagi narapidana yang dalam tahap kecanduan atau sakau. Itu yang saat ini ditangani Polisi,” katanya.
Sementara Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas 1 Medan Batara Hutasoit, mengharapkan Pemprov Sumut dapat memberikan bantuan fasilitas belajar (Sekolah) bagi warga binaan anak di Lapas. (LMC-02)
