
Medan, 3/2 (LintasMedan) – Kisruh yang berakibat adu fisik kelompok massa di areal luar pelaksanaan Musda XI Golkar Sumut, di Gedung Hotel JW Marriot kini masuk ranah hukum.
Panitia Pelaksanaan Musda XI Golkar Sumut minta aparat kepolisian mengusut tuntas peristiwa yang dianggap telah merusak suasana kondusif di dalam forum Musda partai berlambang pohon beringin itu.
“Ada sejumlah nama, kita sudah tahu dan diharap bisa membantu aparat melakukan penyelidikan,” ucap Ketua Panitia Penyelenggara Musda Golkar Zulchairi Pahlawan, saat konfrensi pers di Medan, Selasa 3/2 di Kantor DPD Golkar Sumut Jalan, KH Wahid Hasyim Medan.
Meski demikian pihak DPD Golkar menegaskan tidak mengetahui asal usul kubu yang bentrok di areal luar ruangan forum Musda tersebut.
“Kita tidak tahu darimana asal massa, maupun kubu mana. Sebab di Golkar nggak ada kubu-kubuan, jadi nggak tau itu kelompok yang bikin rusuh di luar apa maksud dan tujuannya, karena kita di dalam ruangan semua. Biar polisi yang usut ,” ucap Penanggungjawab Musda XI Golkar Sumut Rolel Harahap.
Rolel menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian yang sigap mengamankan area Musda.
Hadir dalam konfrensi pers Ketua Steering Committe Syamsul Qomar, Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut Aswin Parinduri, Rudi Sentari, Wakil Ketua Penyelenggara), Palaceta Subianto(Ketua Organizing Committee/OC), Apri Budi dan Yunie Piliang (Koordinator Tim Media).
Syamsul Qomar menegaskan kericuhan di luar arena musda, sama sekali tidak berkaitan dengan musda Golkar.
Ia menyebutkan panitia Musda Golkar juga telah melaksanakan sejumlah tahapan sesuai tupoksi hingga perjalanan musda di dalam forum berlangsung aman dan tertib.
“Semua kondusif dan riang gembira, meski memang ada perdebatan perdebatan dan adu argumen dalam mengeluarkan pendapat itu biasalah. Tapi tidak ada yang sampai angkat meja. Rapat paripurna pertama selesai. Lanjut paripurna kedua, semua memberi pandangan umum dan akhirnya diputuskan menerima hasil rapat termasuk pandangan politik,” paparnya.
Ia juga menyebut jika Musda tersebut sangat berkualitas. “Disini saya melihat jika Golkar ini merupakan partai yang sangat dewasa, saat jalannya Musda, tertib dan tidak ada yang bergerak kecuali waktu sholat, bahkan makanpun di dalam ruangan,” katanya.
Ketua F Golkar DPRD Sumut Aswin Parinduri yang juga Ketua DPD Golkar Mandailing Natal menegaskan kisruh di luar arena Musda hanya riak-riak kecil yang mewarnai jalannya Musda, dan terkesan menjadi besar akibat di blow up media sosial. “Padahal Musdanya berlangsung kondusif dan gembira,” ujarnya.
Sebelumnya Musda Partai Golkar Sumut di Hotel JW Marriot Medan, 1 Februari 2026, diwarnai kericuhan. Ratusan orang dengan kaus kuning berlogo Partai Golkar terlibat saling serang di depan hotel.
Massa berseragam itu juga membawa bambu berukuran panjang mengejar sekelompok orang yang juga memakai kaus kuning dan kaus hitam persis di perempatan jalan.
Sejumlah petasan dilemparkan ke udara disertai serangan saling baku pukul dengan batang bambu dan kayu dari kelompok massa berkaus kuning dan hitam. Ratusan anggota Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), sayap pemuda Partai Golkar, dengan sigap mengamankan pembukaan Musda yang dihadiri Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ace Hasan Syadzily di ruangan utama Hotel Marriot.
Tak hanya di bagian dalam gedung, bahkan keributan juga menyebar hingga ke luar gedung, dimana banyak oknum yang memaksa untuk masuk ke dalam area Musda.
Akibat keributan itu, panitia menambah personel yang dikerahkan dari satuan Sabhara Polda Sumut sebanyak 47 orang.
Sementara, dari Brimob Polda Sumut perbantuan personel yang didatangkan sebanyak 30 orang. (LMC-02)
