Skip to content

Akurat dan Edukatif

Primary Menu
  • Artikel
Live
  • Home
  • Nasional
  • Greenpeace: Premium Berdampak Buruk terhadap Lingkungan
  • Nasional

Greenpeace: Premium Berdampak Buruk terhadap Lingkungan

Lintas Medan 12 Mei 2018 2 min read

Ilustrasi - Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). (Foto: LintasMedan/ist)

Ilustrasi – Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 12/5 (LintasMedan) – Greenpeace Indonesia mendesak pemerintah agar segera menghapus bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, karena dianggap dapat berdampak sangat buruk terhadap lingkungan dan kesehatan, bahkan disebut-sebut menjadi pemicu kanker.

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) pegiat lingkungan itu dalam siaran persnya, Sabtu, menyatakan, Pemerintah Indonesia seharusnya menghapus premium, bukan memberi peluang bagi masyarakat untuk kembali menggunakan bahan bakar minyak (BBM) beroktan 88 tersebut.

“Kebijakan (Premium) tersebut akan berdampak negatif. Karena tidak hanya merusak mesin kendaraan bermotor, namun juga semakin memperburuk kondisi udara,” kata Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Bondan Andriyanu.

Untuk mesin kendaraan bermotor misalnya, menurut dia, hampir seluruh produk industri otomotif diperuntukkan bagi BBM dengan RON tinggi, yaitu seri Pertamax atau setidaknya Pertalite.

Jika dipaksa menggunakan Premium, tambahnya, tentu akan mengakibatkan pembakaran tidak sempurna dan merusak mesin kendaraan.

Di sisi lain, lanjut dia, hasil pembakaran yang tidak sempurna tersebut akan menghasilkan emisi karbon yang memperburuk kualitas udara.

“Tentu saja mengkhawatirkan, apalagi Jakarta sudah berada pada sepuluh besar kota dengan udara terburuk di dunia,” katanya.

Bahkan, tambahnya, pada 2 Mei 2018, World Health Organization (WHO) merilis bahwa polusi udara adalah salah satu penyebab penyakit. Jadi 9 dari 10 kematian di dunia erat kaitannya dengan polusi udara.

Dia menyatakan, kualitas udara di kota-kota besar di Indonesia memang buruk, di Jakarta, misalnya, konsentrasi PM2.5 antara Januari 2017 hingga Januari 2018 sudah berada di angka 35 mikro gram (ug) per meter kubik atau jauh melebihi ambang batas WHO, yakni 25 ug/m3.

“Itu sebabnya, penghapusan Premium tidak bisa ditawar lagi. Pemerintah seharusnya memiliki roadmap yang jelas tentang kebijakan energi,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah mewajibkan setiap SPBU menjual Premium, termasuk di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali).

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Pertamina tidak akan rugi dengan menyediakan Premium di seluruh Indonesia.

Caranya, lanjut Jonan, Pertamina bisa memberikan tambahan subsidi kepada Premium. Selain itu, agar konsumen Premium beralih ke Pertalite, Pertamina bisa memberikan undian berhadiah bagi setiap pengguna Pertalite.

Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio menilai, kewajiban distribusi Premium di Jawa, Madura dan Bali mengherankan, karena berbeda dengan luar wilayah tersebut, konsumen di Jawa, Madura dan Bali pada umumnya sudah mampu membeli BBM berkualitas.

Agus menduga, kebijakan tersebut sangat politis, terlebih, 2018 akan dilaksanakan Pilkada serentak dan pada 2019 akan dilaksanakan Pileg dan Pilpres.

“Karena ini tahun politik, Pemerintah tidak mau ramai. Kalau Jawa bergejolak, kan repot,” katanya. (LMC-03/rel)

Post Views: 122
Tags: berdampak buruk greenpeace lingkungan premium

Continue Reading

Previous: Wiranto: 155 Napi Teroris Menyerah Tanpa Syarat
Next: Uni Eropa Resmi Cabut Larangan Terbang Indonesia

Related Stories

Pemkab Tulang Bawang Raih Apresiasi Daerah Peduli Layanan Publik dan Keterbukaan Informasi
2 min read
  • Advetorial
  • Artikel
  • Nasional

Pemkab Tulang Bawang Raih Apresiasi Daerah Peduli Layanan Publik dan Keterbukaan Informasi

10 September 2026
Bupati Tulang Bawang Resmikan Pabrik Tempe, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
2 min read
  • Artikel
  • Nasional

Bupati Tulang Bawang Resmikan Pabrik Tempe, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

19 Agustus 2026
Sekda Ferli Yuledi Bangga, Tulang BawangTerbukti Jadi Kawah Candradimuka LahirkanPimpinan Birokrasi Unggul di Lampung
3 min read
  • Artikel
  • Nasional

Sekda Ferli Yuledi Bangga, Tulang BawangTerbukti Jadi Kawah Candradimuka LahirkanPimpinan Birokrasi Unggul di Lampung

2 Agustus 2026

You may have missed

Pemko Medan Paparkan Penanganan Pascabencana kepada Satgas PRR
2 min read
  • Medan

Pemko Medan Paparkan Penanganan Pascabencana kepada Satgas PRR

28 September 2026
Diisi Kuliah Umum Kapolri, Rico Waas Hadiri dan Semangati Mahasiswa Baru UMSU 2026
2 min read
  • Medan

Diisi Kuliah Umum Kapolri, Rico Waas Hadiri dan Semangati Mahasiswa Baru UMSU 2026

28 September 2026
Kalapas Panyabungan Kunjungi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah
1 min read
  • Sumut

Kalapas Panyabungan Kunjungi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah

28 September 2026
Lapas Panyabungan Perkuat Pembinaan Kepribadian Warga Binaan Lewat Ibadah
1 min read
  • Sumut

Lapas Panyabungan Perkuat Pembinaan Kepribadian Warga Binaan Lewat Ibadah

28 September 2026
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • Sumut
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Foto
  • UKM
  • Feature
  • Bisnis
  • Advetorial
  • Sports
  • Hukum
  • Politik
  • Medan
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.