Sejumlah pelajar foto bersama para peserta peringatan Hari Ulos Nasional Tahun 2022 yang digelar Koperasi Arga Do Bona Ni Pinasa Medan di komplek Yayasan Lembaga Pendidikan Indonesia-Jerman (YLPIJ) Jalan Pasar IV Desa Marindal II, Kecamatan Patumbak, Deli Serdang, pada 17 Oktober 2022. (Foto: Ist)
Medan, 25/10 (LintasMedan) – Momentum rangkaian acara menyemarakkan Hari Ulos Nasional 17 Oktober 2022 yang digelar Koperasi Arga Do Bona Ni Pinasa (APB) Medan berlangsung meriah dan diwarnai dengan beragam acara, diantaranya “huling-huling acca” atau teka-teki khas Batak Toba.
Semarak Hari Ulos Nasional 2022 itu diawali dengan perjalanan rombongan peserta yang terdiri dari para pengurus serta anggota dan mitra usaha Koperasi APB dengan menggunakan kendaraan bermotor jenis odong-odong dari titik kumpul di Jalan Raya Menteng Medan pada Senin (17/10).
Selanjutnya rombongan menuju komplek sekolah milik Yayasan Lembaga Pendidikan Indonesia-Jerman (YLPIJ) Jalan Pasar IV Desa Marindal II, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.
Setibanya di gerbang sekolah tersebut, rombongan pengurus dan anggota Koperasi APB disambut pengurus YLPIJ dan sejumlah pelajar yang juga masing-masing mengenakan ulos.
Selanjutnya mereka mengawali rangkaian peringatan Hari Ulos Nasional 2022 diawali dengan upacara bendera yang dipimpin oleh Ketua Panitia Tarida Lumbantobing yang juga dikenal sebagai salah satu pelaku usaha ulos di Medan.
Tarida dalam kesempatan itu mengatakan Hari Ulos Nasonal yang diperingati tersebut sebagai bentuk respon dan apresiasi untuk penetapan ulos sebagai warisan budaya tak benda Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 17 Oktober 2014.
“Melalui peringatan Hari Ulos Nasional tahun ini, kita berharap pengembangan kain ulos tersebut bisa digunakan secara lebih luas lagi,” ujarnya.
Dikatakannya, ulos selain dipakai dalam acara adat,juga cocok dikembangkan menjadi beragam produk fashion dan souvenir yang bernilai lebih tinggi secara ekonomi, tanpa meninggalkan kearifan lokal dan filosofi ulos.
Tarida juga berharap kepada pemerintah melalui instansi terkait agar senantiasa memberi perhatian dan dukungan nyata kepada para pengrajin maupun pelaku usaha ulos di Kota Medan, termasuk Koperasi Arga Do Bona Ni Pinasa.
Khusus dalam momentum menyemarakkan Hari Ulos Nasional 2022, pihaknya bersama para pemerhati dan pegiat ulos di Kota Medan
sejak beberapa bulan lalu telah bahu membahu menyiapkan rangkaian acara dengan mengusung tema ‘Ulos Mempererat Persaudaraan Menuju Sumut Bermartabat’.
Rangkaian acara itu diisi dengan tarian massal Tor-Tor yang diikuti oleh seluruh peserta upacara, lomba melukis, fashion show atau peragaan busana bernuansa motif ulos, pameran produk UMKM dan diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD) secara virtual dengan topik bahasan seputar Hari Ulos Nasional.
“Dalam memperingati Hari Ulos Nasional kali ini, kami juga menampilkan huling-huling acca yang merupakan tradisi lisan Batak Toba,” ujarnya.
Tradisi Huling-huling acca dewasa ini, kata dia, perlu dibangkitkan kembali dan diperkenalkan kepada generasi muda agar tidak semakin tergerus akibat pengaruh modernisasi.
Sementara itu, Ketua Koperasi ABP Erika Rosdiana Panjaitan mengungkapkan rasa syukurnya karena Indonesia, khususnya Provinsi Sumut dikaruniai dengan keragaman suku, agama dan budaya.
Oleh sebab itu, pihaknya mengajak segenap elemen masyarakat turut serta melestarikan ulos agar salah satu kearifan lokal dan kebudayaan asli milik Indonesia itu tetap terjaga nilai dan sejarahnya.
“Orang yang membesarkan ulos berarti sudah ikut membesarkan nama Sumut, sebab ulos merupakan kebudayaan Sumut yang harus dijaga dan dilestarikan sehingga generasi ke depan masih dapat melanjutkan dan malakukan tenun kain ulos,” harapnya.
Sementara dalam upaya mendukung para pengrajin tenun, menurut dia, pemerintah melalui instansi terkait perlu lebih optimal melakukan pembinaan dalam peningkatakan kapablitas UKM bidang teknis produksi ulos, seperti melalui program bantuan sarana bagi penenun ulos serta promosi produk tenun melalui media.
“Ke depannya yang menjadi perhatian dalam perkembangan fashion dengan bahan kain ulos adalah motif yang ditampilkan,” tuturnya. (T.Nico Adrian)
