Kawasan industri PT Inalum di Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumut. (Foto: LintasMedan/ist)

Jakarta, 25/7 (LintasMedan) – PT Inalum sedang menguji coba dua teknologi baru di Kawasan Industri Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumut, yakni teknologi untuk memproduksi billet dan alloy.
“Sekarang itu mereka lagi ngetes dua teknologi, saya lihat sendiri mereka baru membuat untuk dua produk baru yang bentuknya billet dan alloy,” kata Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Imam Haryono, di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan, perusahaan milik negara itu nantinya akan memproduksi billet dengan kapasitas 30 ribu per tahun dan alloy dengan kapasitas 90 ribu per tahun.
Inalum akan mengembangkan aluminium dari hulu ke hilir untuk meningkatkan nilai tambah mineral dan memperkuat industri aluminium nasional.
Penguatan tersebut dilakukan terutama dengan kelengkapan dan kedalaman struktur industri, serta peningkatan kapasitas produksi.
Jadi, lanjut Imam, Inalum akan menciptakan industri aluminium tingkat intermediate, seperti wire rod, billet, slab, kemudian alumunium alloy.
“Kalau wire rod hilirnya kabel, billet bisa untuk pipa, alumunium strip jadi slab, slab bisa jadi lembaran,” tambahnya.
Sebagaimana diketahui, saat ini permintaan aluminium dunia sangat besar. Untuk dalam negeri sudah mencapai satu juta ton aluminum per tahun.
PT Inalum sebagai satu-satunya produsen aluminium di Indonesia menyadari bahwa produksi yang dihasilkan saat ini sebesar 265.000 ton/tahun belum mampu untuk memenuhi pasar aluminium dalam negeri.
Untuk meningkatkan kapasitas produksu, Inalum saat ini terus melakukan pengembangan-pengembangan yang salah satunya menyasar kepada produk aluminium alloy dan billet.(LMC-05/AN)
