Skip to content

Akurat dan Edukatif

Primary Menu
Live
  • Home
  • Bisnis
  • Incar Pasar China, Petani Kopi Beralih ke Alpukat
  • Bisnis
  • Luar Negeri

Incar Pasar China, Petani Kopi Beralih ke Alpukat

Lintas Medan 29 Juni 2019 2 min read
ilustrasi -petani alpukat (Foto:LintasMedan/ist)

Kenya, 29/6 (LintasMedan) – Petani kopi di Kenya beralih menanam alpukat menyusul dilakukannya penandatangan perjanjian oleh pemerintah setempat untuk mengekspor buah tersebut ke China pada April lalu.

Seorang petani Kenya, Alexander Muchiri menanam dan merawat 30 pohon alpukat sejak tujuh tahun lalu di tanah pertaniannya di Kabupaten Muranga.

Pada tahun-tahun sebelumnya, sebagian besar alpukatnya dijual secara lokal dan hanya mampu memberikan penghasilan seadanya.

Dengan adanya penandatangan ekspor ke China, Muchiri mengatakan akan menanam lebih banyak pohon alpukat.

Sebab, kata dia akan ada pasar untuk menampung alpukat milik petani.

Pada tahun-tahun sebelumnya, hanya pialang yang datang membeli buah layak panen petani, namun mereka meninggalkan begitu saja buah yang kecil di pertanian tanpa ada yang bisa dijual.

“Akhirnya buah-buah kecil yang telah ikut dipetik akan terbuang begitu saja,” ujarnya.

Sekitar 2 kilometer dari pertanian Muchiri, Beatrice Mugure merawat 300 pohon alpukat. Dia biasa menanam kopi di lahan seluas delapan hektar dan kini beralih ke alpukat.

Hal itu dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu ketika harga kopi turun dan pasar untuk alpukat meningkat.

Hingga kini Kenya sebagai satu-satunya negara Afrika pengekspor buah terbesar ke pasar konsumen China.

Kementerian Perdagangan Kenya mengatakan bahwa pasar China akan mengambil lebih dari 40 persen tanaman alpukat Kenya.

Tetapi ada satu standar persyaratan yang mesti dipenuhi,” kata Sekretaris Kabinet Kenya untuk Perdagangan dan Industrialisasi, Peter Munya.

“Pada alpukat mentah yang akan dikirim tidak boleh dihinggapi lalat, ini cukup menyulitkan sehingga harus dibuah keputusan untuk mengekspor alpukat beku,” kata Munya.

Petani atau pedagang diharuskan membekukan buah-buahan hingga minus 30 derajat Celcius untuk menyingkirkan hama dan minus 18 derajat untuk transit.

Munya mengatakan mereka akan membantu petani Kenya yang tidak memiliki fasilitas membekukan hasil tanaman mereka untuk diekspor ke China.(LMC/Voa)

Post Views: 47
Tags: ALPUKAT Cina Incar KENYA kopi petani

Continue Reading

Previous: 16 Orang Tewas Akibat Tembok Runtuh
Next: 44 Tahun Avrist, Bagi 4 Tips Sehat Bahagia

Related Stories

Bapenda Sumut Siapkan Hadiah Emas, Motor, Umroh hingga Mobil
2 min read
  • Bisnis
  • Medan

Bapenda Sumut Siapkan Hadiah Emas, Motor, Umroh hingga Mobil

5 Maret 2026
HUT ke-6 Fritto Chicken, Optimis dan Terus Berinovasi
2 min read
  • Bisnis
  • Medan

HUT ke-6 Fritto Chicken, Optimis dan Terus Berinovasi

22 Januari 2026
Rest Area KM 99 Tebing Tinggi-Indrapura, Pamerkan Konsep Edukasi Kebudayaan Lokal
2 min read
  • Bisnis
  • Sumut

Rest Area KM 99 Tebing Tinggi-Indrapura, Pamerkan Konsep Edukasi Kebudayaan Lokal

20 Desember 2025

You may have missed

Rico Waas Tekankan Pelayanan dan Ruang Aspirasi Buruh pada May Day
2 min read
  • Medan

Rico Waas Tekankan Pelayanan dan Ruang Aspirasi Buruh pada May Day

29 April 2026
Warga Medan Johor Apresiasi Pengaspalan Jalan Speksi Kanal
2 min read
  • Medan

Warga Medan Johor Apresiasi Pengaspalan Jalan Speksi Kanal

29 April 2026
Wali Kota Medan Dorong APRI Susun SOP Pernikahan Yang Sakral dan Tertib Administrasi
2 min read
  • Medan

Wali Kota Medan Dorong APRI Susun SOP Pernikahan Yang Sakral dan Tertib Administrasi

29 April 2026
Rico Waas Dukung Sosialisasi Jaminan Kecelakaan Kerja bagi ASN
1 min read
  • Medan

Rico Waas Dukung Sosialisasi Jaminan Kecelakaan Kerja bagi ASN

29 April 2026
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • Sumut
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Foto
  • UKM
  • Feature
  • Bisnis
  • Advetorial
  • Sports
  • Hukum
  • Politik
  • Medan
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.