
Madina, 5/5 (LintasMedan) – Untuk mengamankan wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menjelang lebaran, sebanyak 186 personil gabungan dilibatkan dalam Operasi Ketupat Toba 2021, Rabu (5/5).
Substansi operasi ini merupakan upaya mencegah arus mudik dan pengawasan pada tempat-tempat keramaian. Operasi digelar selama 12 hari yang dimulai pada 6 Mei hingga 17 Mei 2021, dengan tujuan mengantisipasi penyebaran Covid-19.
Bupati Madina, Drs Dahlan Hasan Nasution yang diwakili Sekda Gozali Pulungan dalam sambutannya mengatakan Pemkab Madina mengapresiasi kegiatan ini dan berharap bisa lebih maksimal karena untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Madina.
“Di masa ini kita harus lebih perduli. Jangan sampai perayaan ini nantinya menimbulkan klaster-klaster baru. Beberapa ancaman harus diantisipasi secara proaktif dan efisien seperti dalam amanat Kapolri,” ucapnya.
Disebutkan di Madina ada lima titik pengamanan. Empat titik penyekatan dan satu pos pelayanan. Empat titik penyekatan itu, dua di perbatasan provinsi dan dua titik penyekatan antar kabupaten.
“Jika ada pemudik kita berlakukan sesuai regulasi nasional. Kita tetap konsisten, kalau tidak dilengkapi dengan dokumen kesehatan akan kita putar balikkan,” kata Gozali.
“Namun jika sudah terlanjur mudik tanggal enam, kita sudah mengintruksikan Camat dan Kepala Desa untuk melaksanakan isolasi paling singkat 10 hari,” sambungnya.
Terkait perkembangan Covid-19 di Kabupaten Madina sendiri mengingat kurangnya kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan, Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi mengatakan, tidak perlu harus bosan mengedukasikan masyarakat.
“Kita perlu cara yang lebih kreatif lagi. Kita tidak perlu bosan. Kita akan terus melakukan upaya bersama-sama Pemda dan TNI untuk tetap melaksanakan prokes,” ujar Horas.
Horas menyebutkan, dari 186 personil gabungan itu diantaranya melibatkan TNI-Polri dan instansi terkait. Dan dalam pengamanan Polres Madina juga sudah membuat kesepakatan bersama dengan Tabagsel.(LMC-04)
