Skip to content

Akurat dan Edukatif

Primary Menu
  • Artikel
Live
  • Home
  • Sports
  • Kepemimpinan Wasit di PON Jabar Dinilai Buruk
  • Sports

Kepemimpinan Wasit di PON Jabar Dinilai Buruk

Lintas Medan 19 September 2016 2 min read
Pertandingan cabor bela diri karate yang diwarnai aksi protes terhadap kepemimpinan wasit, di PON XIX Jawa Barat, Senin (19/9).(Foto:lintasmedan/irma)

Bandung, 19/9 (LintasMedan) – Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 di Jawa Barat diwarnai ‘hujan’ protes terhadap kepemimpinan wasit yang dinilai tidak adil dan terkesan banyak menguntungkan tuan rumah.

Protes dan kekecewaan sejumlah kontingen terhadap kepemimpinan wasit terjadi di beberapa pertandingan dan membuat beberapa kontingen daerah kecewa.

Bahkan aksi mogok juga terjadi pada pertandingan cabang judo, Senin.

Kinerja wasit yang dianggap buruk menjadi pemicu mundurnya sejumlah peserta, termasuk DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Kontingen Jatim melancarkan aksi mogok dengan tidak datang ke venue pertandingan. Sedangkan kontingen DKI yang dijadwalkan turun melawan Banten di nomor beregu putra tetap datang tapi tidak bertanding. DKI ke arena hanya untuk memberikan hormat lalu turun dan meninggalkan venue.

Ketua Bidang Hukum KONI Jatim, Amir Burhanuddin, menjelaskan, aksi mogok ini merupakan kelanjutan dari protes di nomor kata (seni) pada Minggu (18/9/2016).

“Kami segera melayangkan protes secara resmi untuk bisa me-review lagi pertandingan yang sudah berlangsung. Kami harap akan segera ada keputusan yang baik dari protes yang kami utarakan seperti saat kami memprotes hasil di gantole. Proses setelah protes resmi paling lama dua hari,” kata Amir.

Protes juga terjadi di beberapa pertandingan lainnya, di antaranya cabor karate

Bahkan buruknya kualitas wasit dan juri di PON XIX/2016 Jabar mengundang protes kontingen DKI Jakarta.

Ketua Pengrov Federasi Olahraga Karate Indonesia (Forki) DKI Jakarta, Dody Rahmadi Amar melakukan protes keras terkait penyediaan wasit juri yang bertugas dalam memimpin pertandingan dengan penggunaan sistem teknologi komputer.

DKI Sampai mengancam akan walkout dari Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX-2016 apabila panitia penyelenggara dan Panitia Besar (PB PON) mengabaikan surat protes yang dilayangkan kepada mereka.

Dia juga mengkritik PB Forki atas aturan sepihak pada gelaran PON yang meliputi penerapan drawing berbasis komputerisasi serta pemberian wild card pada pengprov tertentu, yang dianggap merugikan beberapa Pengprov lain.

Protes terhadap wasit dan protes terhadap aturan yang terkesan menguntungkan tuan rumah juga terus bermunculan bahkan hingga terjadi kerusuhan seperti di cabang sepak bola yang digelar di Bogor.

Kemudian di pertandingan Polo air di Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, pada Senin (19/9) malam.

Atlet polo Air DKI Jakarta yang sedang menyaksikan laga Jawa Barat melawan Sumatera Selatan, harus menjadi korban pemukulan oknum TNI.

Pelatih Kepala polo air DKI Jakarta, Calvin Legawa, mengutarakan awal mula terjadinya kericuhan adalah di dalam kolam. Saat itu, laga semifinal antara Jabar kontra Sumsel dihentikan karena pemain kedua tim terlibat adu jotos.

“Jadi pertandingan itu memanas pemain kedua tim adu pukul. Karena itu panitia memilih menghentikan perlombaan agar kedua tim tenang,” katanya.

Tapi penontonnya yang sebagian berseragam aparat justru tidak tenangddan malah melemparkan botol air mineral ke arah bawah,” papar Calvin.

Menanggapi buruknya kepemimpinan wasit Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar berharap hal itu tidak mengganggu misi meningkatkan prestasi olahraga nasional.

“Hal-hal yang sifatnya protes sebenarnya sesuatu yang biasa di dalam setiap multievent. Namun tetap ada ruang untuk penyelesaian untuk setiap masalah yang ada,” katanya di GOR Sasana Budaya Ganesha.(LMC/int)

Post Views: 107
Tags: Anak Yatim Bhkati Sosial buruk hut Jawa Barat kepemimpinan PDAM TIrtanadi PON wasit

Continue Reading

Previous: Widodo Sumbang Perunggu Untuk Sumut
Next: Sumut Raih 2 Emas Cabor Wushu

Related Stories

Reza Pahlevi Lubis S Kom Apresiasi Pembinaan Prestasi Pelajar Kejuaraan Sepakbola Piala Wali Kota Medan
2 min read
  • Medan
  • Sports

Reza Pahlevi Lubis S Kom Apresiasi Pembinaan Prestasi Pelajar Kejuaraan Sepakbola Piala Wali Kota Medan

30 September 2026
Ribuan Warga Nobar Final Piala Dunia 2026, Rico Waas: Sportivitas dan Kebersamaan Harus Terus Hidup di Medan
2 min read
  • Medan
  • Sports

Ribuan Warga Nobar Final Piala Dunia 2026, Rico Waas: Sportivitas dan Kebersamaan Harus Terus Hidup di Medan

20 Juli 2026
Peserta MAXi Yamaha Day Sumut Turut Berduka atas Tragedi Kecelakaan Maut di Sibolangit
2 min read
  • Gaya Hidup
  • Sports

Peserta MAXi Yamaha Day Sumut Turut Berduka atas Tragedi Kecelakaan Maut di Sibolangit

20 Juli 2026

You may have missed

Logika Publik Ditantang, Murid Kelas 2 SD di Kecamatan Bukit Malintang Bunuh Diri?
1 min read
  • Sumut

Logika Publik Ditantang, Murid Kelas 2 SD di Kecamatan Bukit Malintang Bunuh Diri?

1 Oktober 2026
Paul Simanjuntak SH Agendakan RDP Tindaklanjuti Wacana Ongkos Gratis Pelajar di Medan
1 min read
  • Medan

Paul Simanjuntak SH Agendakan RDP Tindaklanjuti Wacana Ongkos Gratis Pelajar di Medan

1 Oktober 2026
Tingkatkan Integritas dan Kebersamaan, Lapas Panyabungan Peringati Hari Kesaktian Pancasila
1 min read
  • Sumut

Tingkatkan Integritas dan Kebersamaan, Lapas Panyabungan Peringati Hari Kesaktian Pancasila

1 Oktober 2026
Pemkab Simalungun Pastikan Warga Tak Tertinggal Lewat Pelayanan Kesehatan Jemput Bola
2 min read
  • Sumut

Pemkab Simalungun Pastikan Warga Tak Tertinggal Lewat Pelayanan Kesehatan Jemput Bola

30 September 2026
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • Sumut
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Foto
  • UKM
  • Feature
  • Bisnis
  • Advetorial
  • Sports
  • Hukum
  • Politik
  • Medan
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.