Medan, 23/4 (LintasMedan) – Kabar duka datang dari dunia atletik. Mantan pelari Sumut dan Nasional Suryati Marija meninggal dunia, Sabtu (23/4).
Ia meninggal akibat kecelakaan di kawasan jalan tol Pekanbaru, sore tadi.
Suryati wafat di usia 52 tahun dengan meninggalkan suami dan dua orang putri.
“Suryati mengalami kecelakaan saat melakukan perjalan mudik ke kampung halamannya Salatiga, bersama suami dan anak-anaknya,” kata pemerhati olahraga Kota Medan, Indra Efendi Rangkuti.
Indra mengaku mendapatkan kabar tersebut dari Pengurus KONI Sumut Hj Dahliana dan rekannya sesama mantan atlet atletik Sumut dr.Theren.
“Jenazah korban kabarnya sedang berada dalam perjalanan ke Kota Medan untuk disemayamkan di rumah duka di kawasan Perumahan Menteng Indah Blok D6/VI F No.24,” tutur Indra Efendi.
Berikut kiprah Suryati Marija saat aktif menjadi pelari:
Suryati Marija lahir di Salatiga 23 Mei 1970.
Sebagai pelari putri jarak jauh dia diasah oleh Yon Daryono di klub Dragon Salatiga Jawa Tengah.
Kemampuannya sebagai pelari waktu itu membuat Suryati menjadi bintang utama lari jarak jauh putri nasional menggeser pesaingnya Maria Lawalata yang lebih dulu berkibar.
Tubuh mungil namun memiliki nafas kuda membuat dirinya bertahun-tahun merajai lari jarak jauh baik Nasional dan Internasional.
Pada SEA Games 1989 Suryati sukses mempersembahkan Medali Emas lari Marathon dan 10.000 meter.
Demikian juga di PON 1989 dimana Suryati meraih Emas PON 5000 m,10.000 m dan Marathon.
di SEA Games 1991 Suryati sukses meraih Emas 10.000 m.
Sayangnya di nomor Marathon Suryati gagal akibat cedera dan emas diraih rekannya Maria Lawalata.
Usai SEA Games 1991 Suryati hijrah ke Sumut mengikuti suaminya Irwan Pulungan yang juga pelari.
Pada SEA Games 1993 di Singapura Suryati membuka keran medali Emas Indonesia setelah meraih Emas Marathon Putri.
Pada SEA Games ini Suryati juga sukses meraih Emas 10.000 m.
Pada PON 1993 Suryati membela Sumut di PON dan sukses mempersembahkan Emas 10.000 m.
Sayang di Marathon dan 5000 m, Suryati gagal karena kalah bersaing dengan juniornya dari Jateng Ruwiyati dan Hany Melon.
Usai PON 1996 Suryati mundur dari atletik dan fokus pada karirnya sebagai PNS di Dispenda Kota Medan (kini BPPRD Medan).
Belakangan ia kembali ke dunia atletik dengan menjadi pelatih di PPLP Sumut.(LMC-02)
