Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin menyampaikan sambutan pada acara pembukaan Konsultasi Publik 'Rencana Proyek Pembangunan dan Pengembangan RSUD Dr Pirngadi Medan Melalui Skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), di Hotel Grand Aston Medan, Kamis (13/7). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 13/7 (LintasMedan) – Pemerintah Kota (Pemko) Medan itu menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, mulai tingkat pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) hingga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Pirngadi, guna mewujudkan tekad menjadikan Medan sebagai pusat pelayanan kesehatan regional.
Pernyataan itu disampaikan Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin dalam sambutan pada acara pembukaan Konsultasi Publik ‘Rencana Proyek Pembangunan dan Pengembangan RSUD Dr Pirngadi Medan Melalui Skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha’, di Hotel Grand Aston Medan, Kamis (13/7).
Untuk mewujudkan tekad tersebut, kata Eldin, Medan harus dilengkapi pusat-pusat pelayanan kesehatan yang baik atau terstandarisasi dan dapat dijangkau oleh masyarakat secara luas.
Upaya untuk mewujudkan hal itu salah satunya dilakukan dengan rencana pembangunan dan pengembangan RSUD dr Pirngadi Medan.
Namun, diakuinya, upaya menjadikan Medan sebagai pusat pelayanan kesehatan regional tidak cukup hanya mengandalkan sumber pembiayaan dari APBD semata, melainkan mutlak dibutuhkan sumber-sumber pendanaan yang lebih variatif.
Karena itu, menurut Walikota, skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) merupakan altenatif yang dinilai tepat untuk mendukung optimalisasi pelayanan kesehatan di Kota Medan, termasuk menopang pembiayaan pembangunan dan pengembangan RSUD dr Pirngadi.
Ia menambahkan, rencana KPBU RSUD Dr Pirngadi ini telah didiskusikan dengan Pemerintah pusat sejak awal Januari 2016.
“Dengan dukungan dari Bappenas, Kementerian Keuangan dan JICA-KPPIP Support Facility, kita telah melalui tahapan penyusunan OBC (Outline Business Case) atau Pra FS (Feasibility Study/Studi Kelayakan) dari rencana proyek ini. Kemudian dilanjutkan dengan konsultasi publik yang dilakukan hari ini,” paparnya.
Melalui pembangunan dan pengembangan RSUD dr Pirngadi melalui skema KPBU, Walikota menyatakan optimis sarana dan prasarana rumah sakit milik Pemko Medan itu akan lebih baik dan pelayanannya lebih berkualitas.
“Kami harap Pemerintah pusat tentunya memberikan perhatian khusus terhadap proyek KPBU ini, sehingga Medan dapat menjadi salah satu pilot project dalam pengembangan infrastruktur kota yang berhasil,” tuturnya.
Diskusi publik itu turut dihadiri, antara lain Direktur Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur (PDPI) Kementerian Keuangan Freddy Saragih, Direktur Penjamin Infrastruktur Indonesia Sintya, Tim Konsultan JICA KPPIP-Supoort Facility Dadang Jusron, Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution, Sekda Kota Medan Syaiful Bahri Lubis dan Direktur RSUD dr Pirngadi Edwin Effendi.
Pada kesempatan itu, Direktur Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur Kementrian Keuangan Freddy Saragih, mengapresiasi keseriusan Pemko Medan untuk mewujudkan percepatan pengembangan proyek RSUD dr. Pirngad.
“Proyek KPPBU di Kota Medan saat sudah dua, yakni pembangunan dan pengembangan RSUD dr Pirngadi dan bidang transportasi kota atau urban transport,” ucapnya.
Dikatakannya, pembangunan dan pengembangan RSUD dr Pirngadi melalui skema KPBU ini sangat menguntungkan dari sisi pendekatan analisis biaya yang meliputi seluruh umur proyek dan lebih mendorong kepastian penyelesaian proyek yang relatif cepat.
“Melalui skema KPBU ini, Pemko Medan akan dibebaskan dari risiko hutang maupun resiko kemungkinan terjadinya kegagalan. Di samping itu tidak akan mengganggu keuangan Pemko Medan, terutama terkait kegiatan yang telah direncanakan,” ujar Freddy.
Sebagaimana diinformasikan, bangunan RSUD dr Pirngadi Medan yang saat ini seluas 37.000 M2 akan diperbesar menjadi 55.100 M2, serta bangunannya di sisi barat dan timur akan direnovasi dan dilengkapi dengan sarana parkir bawah tanah. (LMC-03)
