Pelaksana tugas Walikota Medan Akhyar Nasution (keempat kiri) menerima audiensi Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Fauzan Nasution (kelima kiri) beserta staf, di rumah dinas walikota Jalan Sudirman Medan, Rabu (22/1). (Foto: LintasMedan/ist)

Pelaksana tugas Walikota Medan Akhyar Nasution (keempat kiri) menerima audiensi Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Fauzan Nasution (kelima kiri) beserta staf, di rumah dinas walikota Jalan Sudirman Medan, Rabu (22/1). (Foto: LintasMedan/ist)
Medan, 22/1 (LintasMedan) – Pemerintah Kota (Pemko) Medan mendukung program Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Sumatera Utara mengelola Layanan Lumpur Tinja Tidak Terjadwal (L2T3) yang menjadi upaya untuk mencapai target akses sanitasi bersih dan lebih baik lewat pengolahan air limbah.
“Kami senang dengan inovasi ramah lingkungan ini. Apalagi secara keseluruhan ini untuk kebaikan Kota Medan,” kata Pelaksana tugas Walikota Medan Akhyar Nasution saat menerima audiensi Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Fauzan Nasution, di rumah dinas walikota Jalan Sudirman Medan, Rabu (22/1).
Pada kesempatan itu, ia menyarankan kepada pihak PDAM Tirtanadi mensosialisasikan hal-hal tekhnis lainnya seperti sistem keikutsertaan masyarakat sebagai anggota program dan pembayaran.
Dengan demikian, lanjutnya, masyarakat memahami program Layanan Lumpur Tinja Tidak Terjadwal tersebut dan kemungkinan terjadi keluhan dapat diminimalisir.
Ia juga menekankan bahwa program PDAM Tirtanadi ini menjadi inovasi dan terobosan baik bagi masyarakat.
Namun, pihaknya berharap pelaksanaannya di masyarakat agar diatur melalui regulasi yang jelas termasuk retribusi pembayaran sehingga masyarakat tidak merasa dirugikan.
Sebelumnya Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Medan Fauzan Nasution menjelaskan bahwa dalam melakukan program ini diperlukan koordinasi dengan Pemko Medan.
Pelaksanaan L2T2 dan program Layanan Lumpur Tinja Tidak Terjadwal (L2T3), menurut dia, merupakan upaya untuk mencapai target akses sanitasi yang lebih baik lewat pengolahan air limbah.
“Program L2T2 dan L2T3 ini memiliki sistem perpipaan dan non perpipaan. Namun saat ini, PDAM Tirtanadi lebih fokus pada sistem non perpipaan karena dinilai dapat menaikkan dan meningkatkan cakupan pelayanan air limbah domestik di Kota Medan,” paparnya.
Ke depan, kata dia, air limbah yang dibuang tidak akan mencemari lingkungan karena tujuan dari program ini agar masyarakat dapat hidup lebih sehat dengan sanitasi bersih dan baik. (LMC-02)
