Skip to content

Akurat dan Edukatif

Primary Menu
  • Artikel
Live
  • Home
  • Nasional
  • Mendagri: Waspadai Radikalisme Berkedok Agama
  • Headline
  • Nasional

Mendagri: Waspadai Radikalisme Berkedok Agama

Lintas Medan 16 September 2017 2 min read

Mendagri Tjahjo Kumulo (ketiga kanan) foto bersama Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi (ketiga kiri), mantan Menteri Perumahan Rakyat Cosmas Batubara (keempat kiri), anggota DPD RI Parlindungan Purba (kedua kiri), Rektor Unika Santo Thomas, Frietz R Tambunan (kedua kanan) dan Walikota Medan Akhyar Nasution (kiri), usai menyampaikan ceramah kebangsaan dalam seminar nasional yang digelar, di kampus Universitas Katholik Santo Thomas Medan, Sabtu (16/9). (Foto: LintasMedan/ist)

Mendagri Tjahjo Kumolo (kedua kanan) foto bersama Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi (ketiga kiri), mantan Menteri Perumahan Rakyat Cosmas Batubara (keempat kiri), anggota DPD RI Parlindungan Purba (kedua kiri), Rektor Unika Santo Thomas, Frietz R Tambunan (kanan) dan Walikota Medan Akhyar Nasution (kiri), usai menyampaikan ceramah kebangsaan dalam seminar nasional yang digelar, di kampus Universitas Katholik Santo Thomas Medan, Sabtu (16/9). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 16/9 (LintasMedan) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo meminta seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat terus mewaspadai radikalisme dan terorisme yang dilakukan seseorang atau organisasi dengan berkedok agama.

“Radikalisme, terorisme harus terus dicermati. Seluruh agama bisa disusupi paham itu,” katanya, saat menyampaikan ceramah dalam seminar nasional Pendidikan Kebangsaan yang digelar Ikatan Alumni Universitas Katolik Santo Thomas Sumut bekerja sama dengan Universitas Katolik Santo Thomas dalam Seminar Nasional Pendidikan Kebangsaan : Revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan nasional yang digelar Alumni Universitas Katolik Santo Thomas Sumut bekerjasama dengan Universitas Katolik Santo Thomas Sumut, di Medan, Sabtu (16/9).

Dalam acara seminar yang turut dihadiri Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi tersebut, ia menegaskan bahwa saat ini yang paling membahayakan bagi kesatuan bangsa adalah masalah radikalisme dan terorisme.

Menurut dia, tidak boleh ada dakwah maupun khotbah yang dijadikan alat untuk mengubah ideologi dan dasar negara, serta merusak kemajemukan bangsa.

Jika ada yang melakukan khutbah maupun dakwah dengan tujuan untuk mengganti dasar negara maka ini harus dibubarkan.

“Kita harus berani melawan ini. tidak bolah ada pembiaran karena di negara itu ada aturan, di organisasi ada aturan di perguruan tinggi ada aturan, bahkan hingga di rumah tangga juga ada aturan. Jadi kalau ada ancaman bagi negara kita harus kita lawan,” tegasnya.

Dalam melakukan dakwah maupun khutbah sebaiknya harus sesuai dengan ajaran agama, misalnya, Islam harus sesuai dengan Al-Quran dan hadist, Kristen harus sesuai dengan ajaran injil, dan begitu juga dengan ajaran agama lainnya.

“Tidak hanya dalam dakwah ataupun khutbahnya. Tapi kalau nanti dalam proses organisasi dalam kelompok ataupun organisasi itu kita tahu bertujuan untuk memecah NKRI, ini juga harus kita lawan dan bubarkan,” ujar dia.

Sebab, kata Tjahjo, negara tidak boleh kecolongan dan tidak boleh negara kalah dengan kelompok yang ingin memecah belah bangsa.

Setiap warga, katanya, organisasi maupun komponen bangsa harus sepakat dan menerima Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta setia pada NKRI dan menjunjung tinggi kebhinekaan.

Ia menambahkan, tantangan lain yang harus dihadapi bangsa Indonesia setelah 72 tahun merdeka adalah masalah sandang, pangan dan juga papan yang belum seluruhnya terpenuhi.

“Kalau masalah sandang memang kita sudah hampir selesai memenuhi ini, tapi masalah pangan kita masih banyak melakukan impor begitu juga masalah papan, masih banyak masyarakat yang belum memiliki rumah,” ujarnya.

Seminar nasional tersebut dijadwalkan juga menghadirkan pembicara lain, yakni Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Yudi Latief, Ketua PB NU, Prof. Dr KH. Said Aqil Sirodj, Ketua Yayasan Unika Santo Thomas, Dr Cosmas Batubara dan Menteri ESDM, Ignasius Jonan. (LMC-03)

Post Views: 167
Tags: agama berkedok Mendagri radikalisme waspadai

Continue Reading

Previous: Pejabat Sumut Diminta Pahami Area Rawan Korupsi
Next: Medan Gelar Rangkaian Kegiatan Hari Jantung Sedunia

Related Stories

Kunjungi Labusel, Bobby Nasution Bantu Pembangunan Rumah Tahfiz dan Percepat Program Bedah Rumah
2 min read
  • Headline
  • Sumut

Kunjungi Labusel, Bobby Nasution Bantu Pembangunan Rumah Tahfiz dan Percepat Program Bedah Rumah

17 Oktober 2026
APBD Medan 2027 Fokus Benahi 100 Titik Banjir
2 min read
  • Headline
  • Medan

APBD Medan 2027 Fokus Benahi 100 Titik Banjir

14 Oktober 2026
Rakorwal GTRA 2026: Pemkab Simalungun Tegaskan Reforma Agraria Bukan Sekadar Seremonial
2 min read
  • Headline
  • Sumut

Rakorwal GTRA 2026: Pemkab Simalungun Tegaskan Reforma Agraria Bukan Sekadar Seremonial

22 September 2026

You may have missed

Cegah Banjir, DLH Madina Pasang Papan Larangan Buang Sampah Liar
1 min read
  • Sumut

Cegah Banjir, DLH Madina Pasang Papan Larangan Buang Sampah Liar

31 Oktober 2026
STAIN Madina Gelar Wisuda 519 Sarjana, Bupati: Pentingnya SDM Berkualitas dan berakhlak di Era AI
2 min read
  • Sumut

STAIN Madina Gelar Wisuda 519 Sarjana, Bupati: Pentingnya SDM Berkualitas dan berakhlak di Era AI

31 Oktober 2026
Antisipasi Musin Hujan, Lapas Panyabungan dan Warga Bersihkan Lingkungan
1 min read
  • Sumut

Antisipasi Musin Hujan, Lapas Panyabungan dan Warga Bersihkan Lingkungan

30 Oktober 2026
Lapas Panyabungan Razia Kamar Hunian, Perkuat Komitmen ‘Sumatera Utara Tolak Narkoba’
1 min read
  • Sumut

Lapas Panyabungan Razia Kamar Hunian, Perkuat Komitmen ‘Sumatera Utara Tolak Narkoba’

28 Oktober 2026
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • Sumut
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Foto
  • UKM
  • Feature
  • Bisnis
  • Advetorial
  • Sports
  • Hukum
  • Politik
  • Medan
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.