Seorang pelajar SMP sedang mendapatkan vaksinasi untuk menyukseskan PTM. (Foto:LintasMedan/ist)
Medan, 15/12 (LintasMedan) – Pembelajaran tatap muka (PTM) bagi sejumlah siswa di Medan resmi diberlakukan sejak Oktober 2021, seiring dengan gencarnya seruan dan imbauan vaksinasi kepada masyarakat, baik lansia maupun pelajar.
Vaksinasi Covid-19 yang gencar digelar di berbagai tempat untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) membawa angin segar dengan menurunnya tingkat penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Medan menjadi level 2 dan angka terkonfirmasi Covid-19 pun semakin melandai dan terkendali.
Itu pula yang menjadi alasan bagi Wali Kota Medan Bobby Nasution untuk memulai PTM dan sekolahpun kembali digelar dengan memberlakukan aturan dan protokol kesehatan yang sangat ketat.
“Meski PTM mulai diberlakukan namun pemerintah tetap harus menjamin rasa aman bagi pelajar dan guru saat melakukan proses belajar mengajar. Anak-anak harus terlindungi dari kemungkinan terpapar Covid-19 akibat PTM di tengah pandemi,” kata Walikota Medan Bobby Nasution.
Selain penerapan prokes ketat, Bobby Nasution juga punya alasan kuat membuat kebijakan wajib dilakukan vaksinasi pelajar di atar usia 12 tahun.
Tingginya persentase capaian vaksinasi pelajar ini pula yang dipredikasi hingga saat ini nihil kasus pelajar terpapar Covid-19 paska PTM.
Artinya, PTM dengan prokes ketat dan vaksinasi pelajar telah berhasil mencegah sekolah di Medan menjadi cluster covid-19 sebagaimana dikhawatirkan banyak pihak.
Informasi yang diperoleh LintasMedan.Com hingga, Rabu (15/12) belum ditemukan pelajar yang terkonfirmasi positif Covid-19.
“Untuk itu vaksinasi bagi pelajar akan terus dilakukan untuk tetap menghindari dan melindugi anak-anak dari kemungkinan terpapar Covid-19 di lingkungan sekolah dan demi kenyamanan bersama saat mengikuti PTM,” kata Bobby Nasution.
Hingga akhir November 2021, sebut dia capaian vaksinasi untuk kalangan pelajar, terutama tingkat SMP atau sederajat yang menjadi tanggungjawab Pemko Medan telah lebih dari 90 persen.
Dari 105.651 anak atau siswa yang bisa divaksin, capaian vakinasi sudah 90 persen dan Pemko Medan, kata Bobby menargetkan jumlah murid yang divaksin per hari adalah 5.000 dan pelajar yang divaksin berusia 12 tahun ke atas atau mereka yang duduk di kelas 2 atau 3 SMP.
Bahkan, agar persentase vaksinasi pelajar di Kota Medan semakin tinggi, Bobby Nasution mengaku juga akan memfasilitasi vaksinasi bagi pelajar SMA yang merupakan kewenangan Pemprov Sumut. Melalui OPD terkait, ia juga telah meminta untuk menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan guna menyukseskan vaksinasi pelajar dan PTM.
“Kita siap membantu meskipun itu merupakan kewenangan Pemprov Sumut, Saya sudah minta OPD terkait untuk mempersiapkan logistic vaksinasi dan melakukan koordinasi dengan Pemprov Sumut sehingga anak-anak kita, para pelajar SMA juga dapat segera divaksinasi secara keseluruhan,” ungkapnya.
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) Dr Drs Zulfendri MKes mengatakan, capaian vaksinasi pelajar yang sudah di angka 90 % sudah baik. Artinya, sudah terjadi pembentukan herd immunity di dalamnya dan ditambah dengan penguatan prokes 5M sehingga meminimalisir terjadinya kasus penyebaran di lingkungan sekolah.
Penguatan prokes oleh pihak sekolah, kata dia menjadi point penting yang harus selalu diperhatikan.
Guna suksesi PTM, lanjut Zulfendri, diharapkan sarana dan prasarana yang mendukung proses belajar mengajar harus dilengkapi. Lalu, pemahaman dan pengajaran kepada para siswa untuk selalu mematuhi prokes secara ketat harus terus dilakukan.
“Kita masih dalam situasi pandemi, maka harus tetap waspada dan jangan sampai lalai,” ujarnya.(LMC/Irma Yuni)
