Peserta pelatihan, seriau mengikuti sesi kuis pembuatan postingan di akun media sosial pada kegiatan thematic academy.(Foto:lintasMedan/irma yuni)
Medan, 5/11 (LintasMedan) – Thematic Academy , Digital Media Reporter yang digelar di Miyana Hotel Percut Sei Tuan, berakhir, Jumat (5/11) setelah selama lebih 10 hari para peserta yang merupakan jurnalis media online se Sumatera Utara mengikuti pelatihan tersebut baik melalui virtual maupun tatap muka.
Kegiatan yang digelar oleh BBPSMP Kominfo Medan ini sekaligus menambah wawasan bagi para aktifis media untuk lebih memahami dunia tehnologi digital yang semakin berkembang dan tak bisa lepas dari kehidupan di era saat ini.
Di hari terakhir, para peserta diberi pemaparan dan pemahaman bagaimana cara menggunakan postingan sedikitnya di tiga akun media sosial, misalnya, facebook, instagram, tik tok, youtube dll.
“Silahkan pilih yang mana menjadi pilihan, sedikitnya tiga akun media sosial pribadi,” kata Ressy, intruktur.
Pelatihan tersebut terkesan ringan, bahkan mungkin telah menjadi aktivitas rutin dari keseharian saat ini dimana sebagian besar orang aktif dalam bermedia sosial termasuk jurnalis.
Namun dalam pelatihan tersebut menjadi serius sebab ternyata banyak juga masukan dan ragam pertanyaan bagaimana agar medsos bisa menuai manfaat bahkan menjadi sarana yang bernuansa ekonomi, sehingga tak sekedar hanya sebagai pengisi waktu luang saja.
Sebelumnya kegiatan itu dibuka Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik yang menyampaikan pergeseran media dari media cetak menuju media digital sangat pesat. Oleh sebab itu, Farianda menekankan kepada insan pers harus cepat beradaptasi di era digitalisasi saat ini.
“Kita sudah harus berani memasuki era digital termasuk dalam pengelolaan media massa. Kita harus cepat beradaptasi,” kata Farianda.
Farianda tidak menafikan keberadaan media digital dalam menyampaikan informasi sangat cepat. Meski begitu, pengelola media digital juga dalam menyampaikan informasi ke publik tetap juga butuh kecermatan dalam penyampaian informasi tersebut.
“Tetap juga kode etik jurnalistik yang profesional penting dijalankan. Misalnya melakukannya ferivikasi data sebelum informasi itu disampaikan ke publik,” katanya.
“Ternyata belajar memang tak mengenla batas usia,” kata Laswiyati Wakid salah seorang peserta.(LMC/Irma Yuni)
