
Tulang Bawang, 6/7 (LintasMedan) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang, Lampung melalui Dinas Kesehatan setempat giat melaksanakan penyuntikan vaksin COVID-19 bagi pendidik dan tenaga kependidikan di daerah tersebut, guna mempersiapkan kegiatan pembelajaran tatap muka.
“Vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan bertujuan dalam melindungi para siswa saat menjalankan pembelajaran tatap muka,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang, Fatoni saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (6/7).
Hingga awal pekan ini, menurut dia, penyuntikan vaksin tahap pertama kepada kalangan pendidik dan tenaga kependidikan telah dilaksanakan kepada 437 guru tingkat TK, SD, serta SMP dan 1.224 guru SMA.
Disebutkannya, jumlah pendidik dan tenaga kependidikan di wilayah itu yang telah menjalani vaksinasi tahap pertama mencapai 99 persen.
Ia menambahkan, penyuntikan vaksin kepada pendidik dan tenaga kependidikan tersebut sebagai salah satu syarat untuk menghadapi pelaksanaan tatap muka yang akan segera dimulai 12 Juli 2021.
Selain kalangan pendidik dan tenaga kependidikan, katanya, Dinas Kesehatan Tulang Bawang juga telah melaksanakan penyuntikan vaksin COVID-19 kepada kalangan lanjut usia (Lansia).
“Kegiatan vaksinasi massal ini merupakan bentuk komitmen Bupati Tulang Bawang dalam upaya memutus rantai penularan COVID-19,” kata Fatoni.
Ia menambahkan, pendidik dan tenaga kependidikan di Tulang Bawang yang telah disuntik vaksin COVID-19 saat ini jumlahnya sudah lebih banyak jika dibandingkan jumlah penduduk Lansia yang telah menerima suntikan vaksin corona.
“Jumlah Lansia di Tulang Bawang yang telah disuntik vaksin baru 776 orang, padahal kegiatan vaksinasi bagi lansia sudah lebih dahulu dilaksanakan sebelum menjangkau kalangan pendidik dan tenaga kependidikan,” ujar Fatoni.
Kabupaten Tulang Bawang saat ini masuk zona orange atau resiko tinggi penyebaran dan potensi virus tidak terkendali.
“Saya berharap masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang saat menjalankan aktivitas sehari-hari konsisten menerapkan protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi), karena penularan virus corona semakin menghawatirkan,” ucap dia. (LMC/Bensol)
