Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin (kiri) menerima kunjungan Dirut PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo beserta staf, di rumah dinas walikota Medan, Kamis (29/8). (Foto : LintasMedan)/ist)

Medan, 30/8 (LintasMedan) – Pemerintah Kota Medan dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi segera membahas secara teknis rencana kerja sama pengelolaan limbah tinja masyarakat di daerah tersebut.
“Pemko Medan mendukung penuh tawaran kerja sama PDAM Tirtanadi untuk mengelola limba tinja masyarakat,” kata Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin saat melakukan pertemuan dengan dirut PDAM Tirtanadi Sutedi Raharji besert staf, di rumah dinas walikota Medan, Kamis (29/8).
Eldin yang didampingi para pimpinan organisasi perangkat daerah terkait di lingkungan Pemko Medan, berharap kerja sama dengan PDAM Tirtanadi segera terealisasi sehingga limbah tinja masyarakat yang disedot mobil tangki dapat dikelola di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Cemara Jalan Perkebunan, Kelurahan Pulo Brayan, Kecamatan Medan Timur.
Melalui kerja sama pengelolaan limbah tinja tersebut, pihaknya meyakini kualitas lingkungan di wilayah ibu kota Provinsi Sumut itu akan menjadi lebih baik lagi.
Pengelolaan limbah tinja yang dilakukan melalui IPLT, lanjut dia, tentunya akan semakin lebih baik dalam upaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup.
“Apalagi limba tinja yang dikelola IPLT dapat dijadikan briket (bahan bakar),” ujarnya.
Meski kerja sama belum dilakukan, Walikota minta kepada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan agar mengarahkan pembuangan seluruh limbah tinja yang disedot mobil tangki dibuang ke IPLT di PDAM Tirtanadi.
“Kita tidak mau limbah tinja dibuang di sembarang tempat, sebab tindakan tersebut jelas dapat mencemari lingkungan,” ujar Walikota Medan.
Pada kesempatan itu, Dirut PDAM Tirtanadi menjelaskan bahwa limbah tinja masyarakat yang dikelola melalui IPLT tentunya akan membuat lingkungan semakin bersih.
Karena itu, ia menyarankan kepada Pemko Medan turut mendukung rencana penambahan tiga IPLT di kota tersebut karena Kota Medan memiliki wilayah relatif luas.
“Kita berencana membangun tiga IPLT lagi di wilayah Kota Medan, terutama kawasan pinggiran. Dengan demikian dalam operasional nantinya, truk tangki tinja tidak akan memasuki pusat Kota Medan,” paparnya.
Selain itu, Sutedi berharap agar truk tangki tinja yang beroperasi dilakukan perbaikan, baik sistem operasionalnya maupun fasilitas dan warnanya.
“Truk tangki tinja yang identik berwarna kuning akan dirubah menjadi hijau sehingga kesan go green dapat diwujudkan,” ucap dia.
Ia menambahkan, tujuan kerja sama pengelolaan limbah tinja adalah untuk menjadikan lingkungan lebih bersih lagi.
“Kita tidak mau limbah tinja masyarakat yang telah disedot dibuang di sembarang tempat, terutama sungai. Yang pasti setelah limbah tinja masyarakat diangkut, jangan dikembalikan lagi ke lingkungan. Di IPLT, limbah tinja yang dikelola diharapkan dapat memberikan manfaat, salah satunya dilah menjadi briket,” paparnya. (LMC-04)
