Pelaksana tugas Wali Kota Medan Akhyar Nasution menyaksikan penyerahan secara simbolis paket bantuan sosial dari perwakilan warga kompleks Taman Putri Hijau, Green Garden, Emerald Garden, Sari Mas I dan Sari Mas I, di Medan, Selasa (21/4).

Pelaksana tugas Wali Kota Medan Akhyar Nasution menyaksikan penyerahan secara simbolis paket bantuan sosial dari perwakilan warga kompleks Taman Putri Hijau, Green Garden, Emerald Garden, Sari Mas I dan Sari Mas I, di Medan, Selasa (21/4). (Foto: LintasMedan/ist)
Medan, 21/4 (LintasMedan) – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution menyatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) merupakan langkah terakhir diterapkan di wilayahnya manakala warga di ibu kota Provinsi Sumatera Utara itu tidak disiplin mematuhi protokol kesehatan selama pandemi COVID-19.
“Pengajuan PSBB merupakan langkah terakhir jika pandemi Covid 19 di kota ini mulai tidak terkendali,” katanya di Medan, Selasa (21/4).
Akhyar mengemukakan hal itu pada acara penyerahan bantuan dari warga kompleks Taman Putri Hijau, Green Garden, Emerald Garden, Sari Mas I dan Sari Mas II kepada masyarakat terdampak COVID-19.
Ia mengingatkan, jika warga disiplin dan tertib dalam menjaga jarak fisik dan sosial, mencuci tangan memakai sabun, dan memakai masker serta tetap menggelorakan semangat gotong royong dan peduli sesama, maka Medan tidak perlu menerapkan PSBB.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat di Kota Medan agar mematuhi protokol kesehatan secara ketat dan masing-masing individu disiplin menjaga kesehatan diri dan keluarganya.
“Semakin kita tidak disiplin dan tidak tertib, pandemi COVID-19 akan sulit diatasi,” tuturnya.
Dikatakannya, masyarakat mempunyai peran penting dalam penanganan pandemi COVID-19.
Selain disiplin menjalani imbauan dari pemerintah, lanjutnya, peran yang bisa dilakukan adalah mengembangkan rasa kepedulian terhadap sesama.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada warga kompleks Taman Putri Hijau, Green Garden, Emerald Garden, Sari Mas I, dan Sari Mas II yang telah memberikan sumbangsihnya dalam membantu masyarakat kurang mampu yang mendapat dampak sosial ekonomi akibat pandemi COVID-19,” ujar Akhyar.
Bantuan bahan makanan pokok ini diberikan melalui Kepala Lingkungan 11 dan 12 Kelurahan Silalas untuk disalurkan kepada masyarakat pinggiran rel dan Sungai Deli.
Jumlah bantuan sebanyak 365 paket yang masimg-masing terdiri dari beras 3 kg, gula 1 kg, minyak goreng 1 liter, susu 1 kaleng, dan sabun 2 buah.
Hendra Jamin, salah seorang warga pemberi bantuan mengatakan, paket bantuan serupa juga akan diberikan pada bulai Mei dan Juni.
Ia berharap, bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang mengalami dampak sosial ekonomi akibat pandemi COVID-19. (LMC-04)
