Ilustrasi - Tim khusus anti begal. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 18/1 (LintasMedan) – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan segera mengaktifkan kembali tim khusus memburu komplotan aksi pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat) dengan sasaran pengguna sepeda motor atau aksi begal.
“Aksi begal ini sudah sangat meresahkan masyarakat, maka kami akan mengaktifkan kembali tim khusus anti begal,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Sandi Nugroho dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi A DPRD Kota Medan, Rabu.
Menurut dia, tim anti begal terdiri dari personel Polsek se Polrestabes Medan, Shabara, bersama Brimob Polda Sumut bersiaga di pos polisi dan melakukan patroli dari malam hingga pagi hari untuk mengantisipasi dan menumpas aksi kejahatan jalanan.
Tim khusus itu akan difokuskan untuk meringkus komplotan pembegal sepeda motor yang aksinya seringkali mencederai bahkan merampas nyawa korbannya.
Selain mengaktifkan kembali tim pemburu anti-begal, pihaknya juga telah menginstruksikan agar jajarannya meningkatkan patroli terutama pada malam hari di waktu rawan aksi kriminalitas.
Sandi yang belum lama dilantik menjadi Kapolresta Medan, memaparkan bahwa kinerja tim anti begal telah berjalan dengan baik dimasa kepemimpinan Kapolrestabes Medan Mardiaz Kusin Dwihananto.
“Kami siap menindak tegas siapa saja yang terlibat dalam aksi begal,” ujar mantan Kapolsekta Medan Baru itu.
Selama satu bulan terakhir, pihaknya telah melumpuhkan 17 pelaku begal, dua diantaranya juga terkait kasus narkoba.
“Kami terpaksa melumpuhkan tersangka dengan menembak kakinya, karena mencoba kabur dan melawan petugas,” kata Sandi. (LMC-03)
