Sekretaris Perkumpulan Masyarakat Demokrasi 14 Nezar Djoeli. (Foto: LintasMedan/Irma)

Sekretaris Perkumpulan Masyarakat Demokrasi 14 Nezar Djoeli. (Foto: LintasMedan/Irma)
Medan, 10/5 (LintasMedan) – Mantan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara periode 2014-2019, Nezar Djoeli menuding Puskesmas Teladan di Jalan Sisingamangaraja Medan tidak serius merespon permintaan warga yang berharap agar rumah salah seorang pasien positif COVID-19 di kawasan Kelurahan Pasar Merah Barat, Kecamatan Medan Kota segera disemprot disinfektan guna mengantisipasi penularan virus corona.
“Seharusnya, rumah dari warga yang terjangkit virus corona disemprot disinfektan untuk mencegah kemungkinan penularan COVID-19. Namun, permintaan itu belum direspon oleh pihak Puskesmas Teladan,” katanya di Medan, Minggu.
Padahal, lanjut Nezar, kepala lingkungan (kepling) setempat pada Sabtu (9/5) telah meminta kepada petugas Posko Gugus Tugas COVID-19 di tingkat Kecamatan Medan Kota, Kelurahan Pasar Merah Barat dan Puskesmas Teladan agar rumah warga yang terjangkit COVID-19 tersebut disemprot cairan disinfektan guna mencegah penularan wabah virus corona.
Namun, permintaan Kepling tersebut tidak direspon oleh pihak Puskesmas Teladan dengan alasan kegiatan penyemprotan disinfektan tidak ada dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu.
Disebutkannya, penyemprotan disinfektan terhadap rumah warga yang tertular wabah corona merupakan salah satu standar dan prosedur yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO.
Di masa tanggap darurat sekarang ini, menurut dia, kegiatan sosialisasi dan pelayanan penanganan COVID-19 seyogyanya tidak boleh menunggu hari kerja.
Nezar yang juga Sekretaris Perkumpulan Masyarakat Demokrasi 14, menilai sikap tidak tanggap yang diperlihatkan oleh jajaran Puskesmas Teladan tersebut merupakan salah satu bentuk pembangkangan terhadap tekad dan komitmen Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution dalam merealisasikan percepatan penanganan COVID-19 di daerah itu.
Sayangnya, keinginan Plt Wali Kota meminimalisir penularan virus corona justru terkesan berbanding terbalik dengan cara kerja aparatur sipil negara di jajaran Pemko Medan.
“Saya memperkirakan upaya Plt Wali Kota Medan mengatasi wabah COVID-19 kurang mendapat dukungan penuh dari para bawahannya, terutama di jajaran Puskesmas Teladan maupun para pejabat di kantor Kelurahan Pasar Merah Barat dan Kecamatan Medan Kota.
Mencermati hal itu, ia menyarankan kepada Plt Wali Kota Medan sebaiknya lebih fokus mengawasi kinerja jajarannya dalam melaksanakan tugas penanganan COVID-19, dari pada ikut turun langsung ke lapangan menghardik-hardik warga di yang tidak memakai masker saat berada di luar rumah.
Nezar memastikan masih banyak permasalahan lain terkait COVID-19 yang membutuhkan penanganan sangat serius dari Plt Wali Kota Medan ketimbang ikut terlibat langsung mensosialisasikan memakai masker kepada warga serta ikut langsung menyita KTP warga sebagai bentuk pemberian sanksi .
“Jangan kesannya cuma sebatas pencitraan di lapangan, jika di jajaran sendiri kondisinya seperti itu. Sementara masyarakat butuh kepastian bagaimana sebenarnya prosedur penanganan covid oleh petugas,” kata Nezar. (LMC-03)
