Pelaksana tugas Wali Kota Medan Akhyar Nasution (kanan) menyerahkan secara simbolis sarana belajar berupa notebook kepada perwakilan kepala SD dan SMP negeri, di di aula kantor Dinas Pendidikan Kota Medan, Senin (11/5). (Foto: LintasMedan/ist)

Pelaksana tugas Wali Kota Medan Akhyar Nasution (kanan) menyerahkan secara simbolis sarana belajar berupa notebook kepada perwakilan kepala SD dan SMP negeri, di di aula kantor Dinas Pendidikan Kota Medan, Senin (11/5). (Foto: LintasMedan/ist)
Medan, 12/5 (LintasMedan) – Sejumlah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Kota Medan menerima sarana belajar berupa notebook atau laptop, guna mendukung kelancaran program pendidikan berbasis digital.
Sebanyak 1.376 unit notebook tersebut diserahkan secara simbolis oleh Pelaksana tugas Wali Kota Medan Akhyar Nasution kepada perwakilan kepala SD dan SMP Negeri, di aula kantor Dinas Pendidikan Kota Medan, Senin (11/5).
Pada kesempatan itu, Akhyar mengemukakan bahwa pemberian notebook kepada SD dan SMP negeri tersebut sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan teknologi dalam proses belajar mengajar.
Selain itu, menurut dia, juga untuk meningkatkan mutu dan kualitas belajar sehingga menghasilkan generasi emas dan gemilang.
“Pendidikan adalah hal dasar sekaligus modal bagi anak-anak kita menyongsong masa depannya. Maka dari itu, saya mengajak dan berharap kepada seluruh tenaga pendidik agar fokus dalam menjalankan fungsi, tugas dan tanggungjawabnya untuk mencerdaskan anak bangsa,” kata Akhyar.
Ia mengingatkan para kepala sekolah dan guru yang bernaung di bawah Dinas Pendidikan Kota Medan bahwa saat ini tantangan dunia pendidikan semakin besar.
Tantangan itu semakin berat dirasakan di tengah kondisi pandemi COVID-19 yang kini melanda Kota Medan, sehingga mengharuskan proses belajar mengajar dilakukan secara online.
“Kualitas dan kemampuan tenaga pengajar saat ini sedang diuji. Kreatifitas dan inovasi sangat dibutuhkan. Tidak hanya sekedar mengajarkan, tetapi bentuk anak didik menjadi pribadi yang berkarakter dan mampu menggunakan pengetahuannya menjadi sesuatu yang bermanfaat,” tuturnya.
Sebelumnya, Plt Kadis Pendidikan Kota Medan Muslim Harahap mengungkapkan adapun jumlah notebook yang diberikan sebanyak 1.376 unit.
Disebutkannya, memasuki tahun 2021 seluruh sekolah sudah menjalankan proses belajar mengajar secara digital atau berbasis informasi tekhnologi (IT), sehingga para guru dituntut untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuannya.
“Kami berpesan, semua tenaga pendidik mempersiapkan bahan ajarannya. Kita juga akan memnafaatkan perpustakaan yang ada agar para siswa tidak lagi membeli buku nantinya. Direncanakan, di tahun 2021 perpustakaan sekolah juga akan dibuat secara digital agar memudahkan murid mencari buku yang diperlukan,” tambahnya. (LMC-03)
