
Medan, 11/6 (LintasMedan) – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyebutkan sejak awal terjadinya pandemi COVID-19 pada Maret 2020, hingga kini teratat sudah 14 orang anak terpapar virus corona di wilayah tersebut.
Hal ini disampaikan tim Satgas COVID-19 Sumut, dr. Inke Nadia D Lubis, saat rapat koordinasi membahas rencana pembelajaran tatap muka dipimpin Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah yang d, di Aula Tengku Rizal Nurdin Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Jumat (11/6)..
“Berdasarkan data sementara, Hingga saat ini hanya 14 kasus yang terkonfirmasi kasus anak yang meninggal. Semuanya hanya di Medan karena rujukannya di Kota Medan. Jadi,” ujar Inke.
Dari 14 anak yang meninggal dunia tersebut, pihaknya mencatat ada 2 anak meninggal positif Corona di bawah usia 1 bulan.
Selanjutnya, 2 anak masing-masing usia 1 bulan hingga 1 tahun, 3 anak di usia 1 tahun sampai 5 tahun, 5 anak di usia 5 sampai di bawah 12 tahun, serta 2 anak di usia 12 sampai di bawah 18 tahun meninggal dunia akibat terserang virus corona.
“Ada karena faktor bayi 4 orang, yang ini menjadi lebih rentan karena usia. Ada juga 5 orang disertai kanker dan 1 karena jantung bawaan. Empat lainnya tidak ada penyakit bawaan,” ucap Inke.
Ia menambahkan, jumlah anak yang terpapar COVID-19 di Sumut. Selama 6 bulan terakhir hampir 1.800 kasus anak positif corona.
“Kalau kita lihat total jumlahnya selama enam bulan terakhir, yakni hampir 1.800 kasus,” ujarnya.
Dari jumlah keseluruhan anak yang terkonfirmasi positif COVID-19 di ini, Inke mengatakan anak sekolah dasar (SD) yang paling banyak terpapar virus Corona dan disusul anak sekolah menengah atas (SMA).
“Untuk anak-anak di Sumatera Utara siapa yang terpapar COVID-19, yakni anak SD 36 persen, lalu anak SMA 25 persen, dengan rasio laki-laki dan perempuan hampir sama,” jelasnya.
Dengan jumlah ini, Inke menilai jumlah positif COVID-19 pada anak di Sumut masih tinggi dan mereka terpapar virus Corona paling banyak terjadi saat libur panjang.
Dikatakannya, jumlah kasus positif COVID-19 di Sumut saat ini masih tergolong tinggi, salah satunya karena libur panjang.
Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah, menjelaskan, jumlah pasien COVID-19 yang meninggal di daerah itu terus bertambah sejak pandemi, di mana hingga 30 Mei 2021 sudah mencapai sebanyak 1.046 orang.
“Jumlah pasien meninggal yang sebanyak 1.046 orang itu setelah ada penambahan kasus,” katanya.
Disebutkannya, sebagian besar pasien meninggal itu berasal dari Kota Medan yang hingga saat ini memang tercatat penyumbang kasus terkonfirmasi positif COVID-19 terbanyak di Sumut.
Masih dikaji
Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) selama masa pandemi COVID-19 di Provinsi Sumut masih terus dikaji.
Wagub Sumut Musa Rajekshah saat memimpin rapat koordinas membahas PTM, mengemukakan bahwa prosedur pembukaan sekolah harus jelas dengan mempertimbangkan penyebaran COVID-19 di setiap daerah.
“Penyebaran kasus itu menjadi pertimbangan pemerintah daerah dalam membuka sekolah tatap muka,” tuturnya.
Ia menambahkan, membuka sekolah tatap muka bukan keputusan pemerintah daerah setempat, melainkan keputusan Pemerintah pusat dengan catatan prosedur dan standar opersionalnya harus jelas. (LMC-03)
