Gubernur Sumut Edy Rahmayadi bersama para korban banjir di Kabupaten Mandailing Natal, Senin 20/12). (Foto:LintasMedan/ist)
Medan, 20/12 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan masih berupaya menyelidiki penyebab musibah banjir yang terjadi di Kabupaten Mandailing Natal.
“Ada banyak permasalahan yang terjadi di wilayah itu, di antaranya sejumlah perusahaan yang berperasi secara ilegal, seperti tambang ilegal, galian C ilegal dan pembalakan hutan,” katanya di rumah dinas Gubernur di Medan, Senin (20/12) usai meninjau banjir di Madina.
Ia mengatakan saat menimjau banjir melihat sejumlah potongan kayu yang ikut hanyut. Saat ini, kata dia Pemprov Sumut sedang mencari posisi pasti dari mana asal potongan kayu itu.
“Kita bisa menemukan potongan kayu itu, ini sedang kita pelajari, saat ini Kadis Kehutanan sedang berada di sana dengan tim, saya perintahkan untuk mengetahui posisi mana letak potongan kayu, saya belum memastikan, kita akan sampaikan ke masyarakat, dan akan tindak,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga akan menertibkan tambang emas ilegal yang masih terus beroperasi, karena menurutnya Edy tambang tersebut sudah memberikan dampak negatif kepada masyarakat.
Edy akan mengalihfungsikan pekerjaan penambang emas ke sektor lain seperti peternakan, perkebunan, dan pertanian,
“Ada kegiatan ilegal, khusus tambang emas, saat ini sedang dalam proses karena kemarin terhambat Covid-19 sehingga kita undur, nanti kita akan ubah alih fungsi rakyat di dalam pelaksanaan melakukan galian emas,” katanya.
Adapun 16 kecamatan yang terdampak banjir, yaitu, Kecamatan Natal, Siabu, Batahan, Panyabungan, Panyabungan Barat, Panyabungan Selatan, Panyabungan Timur, Huta Bargot, Panyabungan Utara, Nagajuang, Batang Natal, Ranto Baek, Lingga Bayu, Sinunukan, Muara Batang Gadis dan Kotanopan. Kurang lebih ribuan rumah terendam banjir.
“Alhamdulillah saat ini airnya sudah surut, tinggal satu check point lagi, ada yang masih belum dapat dilalui kendaraan, yang lain sudah surut, bantuan juga sudah lancar,” ucapnya.
Edy Rahmayadi menyampaikan, banjir di Madina merupakan banjir lima tahunan. Turut meninjau banjir bersama Gubernur, Pangdam I/BB Mayjend TNI Hassanudin, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, dan Kabinda Sumut Asep Jauhari Puja Laksana. Selain meninjau, Gubernur juga menyerahkan bantuan berupa sembako untuk para korban banjir.(LMC-02)
