Syahrani Devi menunjukkan daun kelor yang telah diolah menjadi tepung dan siap dikirim keluar negeri.(Foto:LintasMedan/irma)
Medan, 11/4 (LintasMedan) – Daun kelor ternyata punya nilai jual tinggi. Tanaman yang selama ini lebih dikenal sebagai bahan pangan yang biasa diolah menjadi sayur juga bisa dimanfaatkan dalam berbagai bentuk olahan pangan maupun obat-obatan herbal.
Ketua Kewirausahaan UKM Diskop Sumut Syahrani Devi mengatakan, usaha rumahan yang dikelolanya dengan bahan baku daun kelor, bahkan telah memasuki pasar Australia.
“Kami memproduksi tepungĀ kelor bahkan sudah dikirim ke Australia,” kata pemilik UMKM Keloria ini kepada wartawan di lokasi usahanya Jalan M Basyir Titi Kuning Medan, kemarin.
Selain Australia, kata Syahrani tepungĀ kelor yang baru beberapa bulan diproduksi itu juga mendapat permintaan dari Oman melalui jalur Indonesia Global.
Ibu dua anak yang berprofesi sebagai dosen ini memaparkan pasar luar negeri kini semakin tertarik dengan tanaman-tamanan herbal. Terbukti kata Syahrani selain daun kelor, Australia juga memesan sejumlah tanaman rempah lainnya seperti, sirih merah, tepung jahe merah maupun kunyit.
“Saat ini kami juga sedang menjajaki jahe merah sesuai standar permintaan pihak Australia, kami juga kekurangan bahan baku daun kelor,” ucapnya.
Sejumlah tanaman yang akan mereka ekspor tersebut sudah diolah dalam bentuk tepung dan menurut Syahrani tepung-tepung rempah nantinya diolah pihak luar negeri untuk menjadi obat-obatan herbal.
Sebagaimana diketahui daun kelor, kata Syahrani banyak mengandung nutrisi dan protein bahkan dari hasil studi daun sayuran ini dapat mencegah berbagai penyakit.
Begitu besar manfaatnya, memunculkan ide baginya untuk mengolah tepung kelor menjadi beberapa jenis makanan maupun minuman sehat.
“Kami juga memproduksi, teh kelor, kue kering bahkan coklat yang bahan bakunya menggunakan tepung dari daun kelor yang sudah dikeringkan. Produk ini masih dipasarkan untuk dalam negeri,”katanya.

Untuk mencicipi sejumlah makanan dan minuman sehat tersebut, bisa memesan melalui nomor 081360142634.
“Selain lezat, menu-menu dari tepung kelor itu sangat bergizi. Harganya juga tidak mahal,” ucapnya tertawa.
Untuk proses pengolahan daun kelor hingga menjadi tepung, kata dia dilakukan dengan sangat higienis dan proses penjemuran di dalam ruang pemanas yang tertutup.
“Jadi daun-daun ini tidak dijemur di ruang terbuka agar hasilnya tetap hijau meskipun sudah mengering,” katanya.
Pada kesempatan itu Syahrani juga memberikan tips dan motivasi kepada para pelaku usaha rumahan agar tetap semangat memunculkan sejumlah ide untuk bisa bertahan di tengah kondisi saat ini paska pandemi Covid-19.
“Tips UMKM agar bisa maju harus tetap bersinergi, saling bantu promosi produk dan jangan berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya. (LMC-02)
