Skip to content

Akurat dan Edukatif

Primary Menu
  • Artikel
Live
  • Home
  • Headline
  • Wabah Penyakit Babi di Sumut jadi Perhatian DPR
  • Headline

Wabah Penyakit Babi di Sumut jadi Perhatian DPR

Lintas Medan 22 November 2019 2 min read

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (kedua kiri) didampingi para pimpinan instansi terkait melakukan pertemuan dengan jajaran Komisi IV DPR RI yang dipimpin Sudin (kiri), di Medan, Jumat (22/11). (Foto: LintasMedan/ist)

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (kedua kiri) didampingi para pimpinan instansi terkait melakukan pertemuan dengan jajaran Komisi IV DPR RI yang dipimpin Sudin (kiri), di Medan, Jumat (22/11). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 22/11 (LintasMedan) – Penularan wabah penyakit babi yang kini masih ditangani tim dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) turut mendapat perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

“Kita akan membantu sekuat tenaga agar permasalahan wabah penyakit babi di Sumut segera teratasi,” kata Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin saat membahas permasalahan tersebut dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan pimpinan instansi terkait, di Medan, Jumat.

Sudin bersama jajaran Komisi V DPR RI juga menyatakan siap memperjuangkan relokasi anggaran untuk mempercepat proses penanganan wabah penyakit babi di sejumlah kabupaten/kota di Sumut.

Upaya tersebut, lanjutnya, bertujuan untuk mempercepat proses penuntasan penyebaran wabah penyakit hewan ternak itu agar tidak merugikan masyarakat maupun peternak.

“Kita memberikan dukungan penuh kepada Pak Gubernur (Sumut) untuk mengatasi masalah ini. Kalau perlu relokasi anggaran, kita akan bantu. Sebab, kita tidak ingin masalah ini semakin besar,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI I Ketut Diarmita, mengemukakan bahwa langkah jangka pendek yang perlu segera dilakukan adalah menyelamatkan sisa hewan ternak babi yang belum terkena wabah.

“Masih ada sekitar 1,26 juta ekor babi lagi di Sumut yang sedang kita upayakan sekuat mungkin agar tidak tertular kena wabah penyakit,” kata Ketut Diarmita.

Hingga saat ini tercatat sudah 10.298 ekor babi mati terkena wabah penyakit babi.

Berdasarkan data terakhir Kementerian Pertanian, populasi babi di Sumut sebanyak 1.277.471 ekor.

Sampai saat ini Pemprov Sumut dan Pemda kabupaten/kota sudah berupaya keras untuk menghentikan penyebaran wabah ini. Bukan itu saja, Pemprov dan Pemda bekerja sama dengan Kepolisian juga bekerja keras menghentikan pembuangan bangkai babi ke sungai, tong sampah dan tempat-tempat umum lainnya dengan cara patroli. Karena selama ini pemilik peternakan babi yang hewan ternaknya mati membuang bangkainya ke sembarang tempat.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memaparkan bahwa Pemprov Sumut hingga saat ini gencar menyosialisasikan kepada para peternak babi di sejumlah kabupaten/kota agar memberikan bangkai babinya kepada tim yang dibentuk di masing-masing kecamatan yang mayoritas masyarakatnya memelihara babi.

Selanjutnya, kata dia, bangkai babi tersebut akan dimusnahkan.

“Kita sudah bentuk tim untuk menangani ini. Kalau ada peternak yang babinya mati serahkan bangkainya kepada tim kami yang ada di daerah, jangan dibuang sembarang,” katanya.

Para angota tim tersebut juga melakukan patroli ke sejumlah kecaamatan untuk mencegah orang membuang bangkai babi sembarangan.

Edy Rahmayadi juga mengaku prihatin bila wabah ini sulit dihentikan karena tidak sedikit masyarakatnya yang bergantung pada usaha peternakan babi.

“Saat ini, hewan ternak babi yang tertular wabah penyakit dilokalisir agar tidak menyebar ke daerah lain di Sumut,” ucap dia.

Bila dalam waktu dekat masalah wabah babi di Sumut tidak teratasi maka Kementerian Pertanian akan melakukan penanganan secara khusus.

Terkait hal itu, kata Edy, Pemprov Sumut akan siap mengikuti arahan dari Kementerian Pertanian.

“Kita ikuti prosedur yang mereka berikan,” tuturnya. (LMC-02)

Post Views: 67

Continue Reading

Previous: Ketua Percasi Sumut Terpilih “Cicing” Usai Musda
Next: Pemko Medan Luncurkan Program Sampah jadi Tabungan Emas

Related Stories

Rakorwal GTRA 2026: Pemkab Simalungun Tegaskan Reforma Agraria Bukan Sekadar Seremonial
2 min read
  • Headline
  • Sumut

Rakorwal GTRA 2026: Pemkab Simalungun Tegaskan Reforma Agraria Bukan Sekadar Seremonial

22 September 2026
Jembatan Perintis Mangga Diresmikan, Rico Waas Tekankan Manfaat bagi Mobilitas Warga
1 min read
  • Headline
  • Medan

Jembatan Perintis Mangga Diresmikan, Rico Waas Tekankan Manfaat bagi Mobilitas Warga

15 September 2026
Bupati Asahan Terima Audiensi GMKI, Dorong Kolaborasi Program Kepemudaan
2 min read
  • Asahan
  • Headline
  • Sumut

Bupati Asahan Terima Audiensi GMKI, Dorong Kolaborasi Program Kepemudaan

14 September 2026

You may have missed

Turun Langsung di Tengah Hujan, Rico Waas Pastikan Pengerjaan Drainase Gaperta Berjalan Optimal
2 min read
  • Medan

Turun Langsung di Tengah Hujan, Rico Waas Pastikan Pengerjaan Drainase Gaperta Berjalan Optimal

25 September 2026
Genjot PAD Lewat Digitalisasi, Pemko Medan Raih Penghargaan TP2DD Terbaik
1 min read
  • Medan

Genjot PAD Lewat Digitalisasi, Pemko Medan Raih Penghargaan TP2DD Terbaik

24 September 2026
Rico Waas Tegaskan Puskesmas Tuntungan Harus Rampung Tepat Waktu, Pelayanan Kesehatan Wajib Ikut Meningka
2 min read
  • Medan

Rico Waas Tegaskan Puskesmas Tuntungan Harus Rampung Tepat Waktu, Pelayanan Kesehatan Wajib Ikut Meningka

24 September 2026
PKH Medan Makmur Resmi Disalurkan, Rico Waas Serahkan Bantuan untuk 10 Ribu Warga Lansia dan Disabilitas
2 min read
  • Medan

PKH Medan Makmur Resmi Disalurkan, Rico Waas Serahkan Bantuan untuk 10 Ribu Warga Lansia dan Disabilitas

23 September 2026
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • Sumut
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Foto
  • UKM
  • Feature
  • Bisnis
  • Advetorial
  • Sports
  • Hukum
  • Politik
  • Medan
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.