Raden Muhammad Syafii

Medan, 4/2 (LintasMedan) – Anggota DPR RI Raden Muhammad Syafii yang akrab disapa ‘Romo’ mengingatkan semua pihak termasuk kalangan pers agar menghormati, menjaga marwah dan martabat ulama yang ada di tengah publik.
“Ulama merupakan tokoh agama yang harus dihormati karena mereka adalah penerus tugas para nabi. Tugas tersebut, diantaranya memberi peringatan dan tuntunan kepada umat,” katanya saat memberikan ceramah pada acara Pengajian Akbar di kompleks Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah Jalan Setia Budi Medan, Sabtu.
Menurut dia, salah satu bentuk penghormatan itu adalah tidak mempermalukan ulama sedemikian rupa.
Sebab, lanjutnya, tindakan atau perbuatan yang terkesan mempermalukan ulama dapat menimbulkan gejolak dan kegaduhan.
Romo dalam ceramahnya dihadapan ratusan pelajar dan undangan tersebut, mengajak segenap elemen umat Islam Indonesia agar jangan mempercayai pemberitaan yang terkesan provokatif dan menyudutkan atau mempermalukan ulama dan syariat Islam.
Lebih lanjut politisi Partai Gerindra itu, mengajak umat muslim agar senantiasa mempererat persaudaraan, menyelenggarakan amal-amal baik dan memberikan manfaat pada lingkungan.
Upaya tersebut dapat diterapkan dalam bentuk saling asih (saling menyayangi), saling asah (saling membantu meningkatkan diri), serta saling asuh (saling mendidik dan merawat).
Dia juga menyerukan agar umat Islam meluruskan niat, merapatkan barisan dan saling tolong menolong.
“Sesama muslim seharusnya dapat lebih banyak saling membantu dan tolong-menolong dalam kebaikan dan bukannya saling menjatuhkan satu sama lain,” ucap legislator asal daerah pemilihan Sumatera Utara tersebut.
Pada kesempatan itu, Romo mengaku heran terhadap antusiasme generasi muda Islam yang masih dominan memilih menjadi pekerja dibanding wirausaha.
Sayangnya, lanjut dia, dunia usaha seakan masih sepi dari kehadiran generasi muda Islam. Padahal Nabi Muhammad yang menjadi teladan, mengajarkan untuk berwirausaha.
“Islam sangat menganjurkan umatnya untuk melakukan wirausaha. Banyak ditemukan ayat atau hadits yang mendorong umat Islam untuk berwirausaha,” ujarnya. (LMC-02)
