
Jakarta, 7/2 (LintasMedan) – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan partainya tengah menjadi sasaran tembak dalam situasi politik yang sedang memanas saat ini.
Sejak aksi jutaan massa di Lapangan Monas beberapa waktu lalu, dia mengatakan seakan tuduhan ditujukan terhadap dirinya dan Partai Demokrat ada di belakang aksi itu.
“Tuduhan itu sebenarnya merupakan penghinaan terhadap rakyat yang dengan tulus turun dalam aksi itu,” kata Presiden ke – 6 Republik Indonesia ini dalam pidato politiknya di acara Dies Natalis ke 15 partai itu, Selasa.
Dia menyesalkan ragam tuduhan terhadap dirinya dan Partai Demokrat justru dilakukan dengan menggunakan sarana informasi publik. Padahal seharusnya sarana tersebut mendapat pengawasan dan bukan malah dibiarkan oleh pemerintah.
Di hadapan ribuan kader Partai Demokrat itu, SBY mengaku optimis semakin difitnah Demokrat akan semakin besar.
“Demokrat bukan partai terlarang, jadi para kader harus tetap semangat, berkarakter dan punya warna. Punya kepedulian terhadap rakyat kecil dan harus bermental kesatria,” katanya.
SBY menegaskan bahwa Demokrat tetap jadi partai tengah, partai demokratis dan religius
Sementara Sekretaris Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan partainya tetap memberi dukungan penuh terhadap pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi – Jusuf Kalla.
Namun, kata Hinca Demokrat tetap menjalankan fungsinya sebagai partai politik yakni memberikan kritik agar kerja kerja pemerintahan ke depan lebih baik.(LMC-int)
